Bina PKL Jadi Prioritas Kab. Bandung

NERACA

Bandung - Bupati Bandung H. Dadang Mohamad Naser, mengungkapkan, program prioritas daerahnya mulai dari pembinaan pedagang kaki lima (PKL), UMKM, asongan, pengembangan kinerja pengolahan persampahan, pemeliharaan jalan dan jembatan, upaya kesehatan masyarakat, pengelolaan air minum dan limbah, pengembangan destinasi pariwisata, pemberdayaan komunitas perumahan serta pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH).

“Untuk mengimplementasikan program tersebut, saya harapkan agar seluruh jajaran SKPD perlu meningkatkan koordinasi dan kerjasama, baik secara intern SKPD maupun lintas sektoral, sehingga program yang merupakan tugas pokok setiap SKPD dapat dilaksanakan secara terencana, terpadu, sinergi, terukur dan tuntas,”tegas Dadang M Naser, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Bandung Tahun 2010-2015, Kamis (23/6) di Gedung Moch. Toha-Soreang

Khusus dalam pemeliharaan jalan dan jembatan, pada lima tahun mendatang Pemkab Bandung akan memprioritaskan pula pembangunan dan peningkatan Jalan Lingkar Banjaran, Jalan Lingkar Majalaya, Jalan Lingkar Katapang-Baleendah, Jalan lingkar Baleendah-Majalaya, disamping Jalan Ibun-Monteng. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk peningkatan jalan lingkar tersebut 5 tahun mendatang sebesar Rp. 184.799.999.000,-.

Berdasarkan catatan, panjang jalan milik Kabupaten Bandung ± 1.155,35 km dengan jumlah jembatan sebanyak 782 lokasi. Kondisi jalan dan jembatan tersebut, kini masuk dalam kategori baik, rusak sedang, rusak dan rusak berat.

Sementara dalam upaya pengendalian banjir, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengungkapkan, Pemkab Bandung akan mengupayakan melalui pembenahan di seputar hulu Sungai Citarum. Pembenahan tersebut diantaranya melalui gerakan penghijauan diseputar lahan kritis milik Perhutani, BKSDA maupun maupun lahan kritis milik masyarakat.

“Sedangkan pembenahan aliran Sungai Citarumnya itu sendiri yang kerap meluap saat musim hujan, akan ditangani oleh BBWSC,” kata Sofian Nataprawira ketika meninjau kegiatan pengerukan Sungai Citarum di seputar Jembatan Dayeuhkolot.

Related posts