Bersyukur Sebagai Sarana Memovasi Diri

Haryo Ardito

Motivator dan CEO Creative Action Indonesia

Bersyukur Sebagai Sarana Memotivasi Diri

Pada diri seseorang satu saat akan dihinggapi perasaan negatif seperti jenuh, rasa jengkel, rasa marah, bahkan juga rasa putus asa. Saat itulah anda membutuhkan motivasi untuk bangkit dan melepaskan diri dari sifat dan sikap negatif tersebut.

Banyak sarana dan media untuk membangkitkan sikap dan sifat tersebut menjadi positif, menjadi senang, menjadi tergugat, menjadi bersemangat, menjadi bergairah, menjadi makin mencintai pekerjaan hingga menghasilkan kinerja yang optimal. Jika itu dilakukan secara kolektif, perusahaan akan mendatangkan sang motivator. Setelah mengikuti training, diharapkan bisa mendatangkan hal positif tidak hanya bagi diri karyawan, tapi juga bagi perusahaan.

“Motivasi dalah suatu rangkaian proses untuk mengarahkan seseorang menuju kepada sebuah tujuan,” tutur Haryo Ardito, CEO atau pemilik dari Creative Action Indonesia. Sang motivator yang berjuluk ‘Diehard Motivator’ ini menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi meliputi perbedaan individu, karakteristik kegiatan & kondisi lingkungan. Perbedaan individu adalah kebutuhan pribadi, nilai-nilai, sikap, kepentingan, bakat, serta kemampuan yang menyertai seseorang dalam keseharian.

Menurut dia, cara menemukan dan membangkitkan motivasi adalah mengungkapkan rasa bersyukur kepada Tuhan, masih banyak di antara orang-orang yang ternyata kondisinya tidak lebih baik dari kita, “Bersyukur adalah cara memotivasi diri untuk bangkit dari keterpurukan,” tutur Haryo kepada Neraca, belum lama ini.

Dia pun member contoh sosok Nick Vucijic yang tak berlengan dan tak berkaki. “Bagi siapapun yang berani menyatakan dirinya adalah orang yang paling menderita di dunia akan saya tantang untuk bertukar tempat dengan Nick Vucijic. Tentu saja tak ada seorangpun yang mau, bahkan sebaliknya buatlah diri anda berarti sebagaimana Nick Vucijic mampu membuat dirinya bermakna bagi jutaan orang di dunia,” ujarnya.

Untuk membangkitkan motivasi orang, pria kelahiran Yogyakarta itu membekalinya dengan sebuah buku saku yang diberi judul ‘Recharge Your Life’. Buku itu berisi kumpulan cerita menarik yang mampu membangkitkan gairah hidup seseorang. “Nah, seberapa bermakna hidup anda bagi orang lain? Konsep hidup bermakna adalah salah satu dorongan untuk membuat seseorang termotivasi dalam melakoni hidupnya,” tutur mantan ketua Asosiasi Manajer Indonesia (AMA) DKI Jakarta ini.

Dia pun membuka satu rahasia bagaimana caranya memotivasi diri sendiri dan bisa termotivasi terus di sepanjang hidup kita. Jika anda mengikuti training motivasi, lalu menjadi bersemangat, terpukau, dan terkagum dengan motivatornya, maka segeralah menyadari bahwa yang terpenting adalah menyerap teknik-teknik bagaimana cara memotivasi diri sendiri.

Jika ingin termotivasi, selain punya tujuan, anda juga harus tahu bagaimana cara mencapainya. Bagaimana caranya? Belajarlah melalui pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain, lebih tepatnya orang lain yang berhasil.

Masih banyak cara-cara memotivasi diri, namun jurus yang paling ampuh adalah menjadi motivator. Menurut Haryo, ketika banyak orang terheran-heran melihat dirinya menjadi seorang motivator, spontan diajukanlah pertanyaan sederhana. “Anda pikir saya menjadi motivator untuk siapa? Saya menjadi motivator untuk diri saya sendiri, untuk apa? Karena saya ingin termotivasi terus di sepanjang hidup saya.”

Di masa kuliah di STIE YKPN Yogyakarta, Haryo Ardito muda adalah seorang pecinta alam yang terhabung di klub pencinta alam HPAI Panorama. Banyak kegiatan yang diikutinya, seperti naik gunung, panjat tebing, menyusuri sungai, juga gua. “Mental seorang climber, pantang baginya untuk pulang sebelum tangannya menyentuh puncak tertinggi sebuah gunung termasuk tiga kali menyentuh batu Garuda lambang puncak tertinggi di gunung Merapi,” tuturnya.

Sebelum terjun sebagai motivator, Haryo meniti karirnya di jasa sales dan distribusi produk consumer, maupun di sektor finance dan akuntansi. Penah memegang Sistem Operating Procedure, Administrasi, Logistik, HR, Market Development, bahkan pernah menjabat sebagai Chief Information Officer (CIO).

Pergaulannya yang luas, dia pun aktif di klub para manajer, yaitu Asosiasi Manajer Indonesia (AMA). Di AMA, pernah menjadi sekjen dan ketua wilayah DKI Jakarta. Bersama teman-temannya di HPAI Panorama mendirikan Panorama Outbound Management Training (POMT) yang memberikan pelatihan character building di kalangan sekolah-sekolah dan kantor-kantor. “Dari seringnya memberikan training dan menyusun konsep pelatihan motivasi dan banyak bergaul dengan pembicara papan atas, itulah saya mulai serius terjun di dunia motivasi,” kata dia.

Setelah sukses menggelar teknik motivasi “Die Hard Motivation Training”, Haryo kini mengembangkan sebuah modul training yang masih langka di Indonesia namun sangat dibutuhkan banyak orang, yaitu Creative Thinking Training Program. Kini jam terbangnya mulai bertambah. Sepanjang tahun, waktunya dihabiskan terbang dari kota ke kota lain. Misalnya ke Batam, Makassar, Bangkalan Madura, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Lampung, Palembang. Sudah banyak perusahaan mengundangnya. (saksono)

Related posts