Sinergi BUMN, Krakatau Steel Gandeng Semen Indonesia - Bikin Perusahaan Patungan

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) bakal mendirikan perusahaan patungan (Joint Venture Company) dengan PT Semen Indonesia seiring ditandatanganinya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh kedua pihak untuk mendirikan pabrik slag powder. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/6).

Direktur Utama Krakatau Steel, Irvan Kamal Hakim mengatakan, kerja sama pendirian perusahaan patungan ini sebagai realisasi sinergi antar BUMN sesuai Instruksi Menteri Negara BUMN Nomor: KEP-109/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Sinergi antar BUMN.

Nantinya, perusahaan patungan tersebut akan memproduksi slag powder, yaitu bahan baku pembuatan semen khusus dari limbah besi dan baja. Dalam rencana produksi tersebut, slag powder dicampur dengan semen curah dan dihasilkan slag semen sebagai substitisi semen biasa pada aplikasi konstruksi khusus. Bahan baku perusahaan patungan ini diperoleh dari produk sampingan perseroan dan atau afiliasinya.

Irvan Kamal Hakim pernah bilang, pembentukan perusahaan patungan ini menelan investasi sebesar Rp310 miliar. Perseroan menargetkan pembangunan dapat mulai dilakukan pada Juli 2013 dan diharapkan sudah dapat beroperasi pada akhir 2014. “Persiapan pembangunan pabrik sedang berlangsung di atas lahan seluas lima hektare milik Krakatau Steel di Cilegon, Banten,”ungkapnya.

Bahan baku pembuatan semen khusus tersebut, menurut dia, diperoleh dari produk sampingan “slag” dan hasil “blast furnance”, serta fasilitas pengolahan tar yang mencapai 750.000 ton per tahun dari Krakatau Steel dan Krakatau Posco. Selain Krakatau Steel dan Semen Indonesia, pembangunan pabrik tersebut juga melibatkan PT Banten Global Development (BGD) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten.

Oleh karena itu, besaran dana investasi ketiga perusahaan tersebut akan disesuaikan dengan porsi saham masing-masing. Komposisinya, Krakatau Steel dan Semen Indonesia masing-masing 45%, dan BGD sebesar 10%. Jadi, untuk pendanaan Krakatau Steel sendiri ditaksir mencapai sekitar Rp139,5 miliar. Anggaran tesebut, kata dia, telah termasuk alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2013 yang mencapai Rp8 triliun.

Selain itu, kerja sama investasi pembangunan pabrik “slag powder” tersebut merupakan bagian dari rencana perseroan untuk mendorong kontribusi pendapatan dari usaha nonbaja yang meliputi empat bidang yaitu usaha infrastruktur, pengelolaan limbah (waste management), properti dan industrial estate, energi dan pembangkit listrik. Ditargetkan, langkah ini dapat menyumbang sebesar 30% terhadap total pendapatan dalam lima tahun ke depan, dari saat ini yang hanya mencapai 10%.

Sementara itu, Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sutjipto mengatakan, pembangunan sejumlah pabrik \\\"slag powder\\\"bagian dari diversifikasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi.“Seiring penambahan kapasitas produksi semen, jaminan pasokan slag sangat dibutuhkan. Slag semen ini lebih kuat dibandingkan dengan semen biasa, terutama untuk pengerjaan proyek konstruksi yang memiliki ketahanan terhadap air laut lebih tinggi,”jelasnya.

Related posts