Bung Hatta dan Hatta Rajasa

Bung Hatta dan Hatta Rajasa

Benarkah Bung Hatta yang sat itu menjabat sebagai wakil presiden tak mampu membeli sepatu bermerek Bally untuk dirinya dan membelikan sebuah mesin jahit untuk istrinya Rahmi Rachim? Alkisah, pada 1950an, Bung Hatta menggunting iklan sepatu Bally yang mahal. Tabungannya habis untuk menukupi kebutuhan rumah tangga dan membantu orang yang datang. Guntingan iklan yang antara lain memuat gambar sepatu dan alamat tokonya itu masih tersimpan di rumahnya hingga mengembuskan nafasnya yang terakhir pada 14 Maret 1980.

Ada satu lagi barang kebutuhan rumah tangga yang tak mampu dibelanjakannya. Yaitu mesin jahit yang sebenarnya sudah lama didambakan istrinya. Saat mundur dari jabatannya sbagai wakil presiden pada 1 Desember 1956, Hatta, penyandang gelar doktor honoris causa beberapa perguruan tinggi negeri itu mendapat uang pensiun bulanan yang kecil. Uang pensiun itu nyaris sama dengan gajinya Dali, sopir pribadinya yang digaji pemerintah.

Sebelumnya, dua sudah menulis surat kepada Ketua DPR Sartono yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden pada 20 Juli 1956. Namun, niat itu baru terlaksana empat bulan kemudian, yaitu 1 Desember.

Jacob Utama menilai, segala yang dilakukan Bung Hatta sudah mencerminkan bahwa dia tidak hanya jujur, namun juga uncorruptable, tidak terkorupsikan. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk menodainya dengan melakukan tindak korupsi. Mungkin banyak masyarakat berkomentar, “Iya, lha wong sepatu Bally harganya, kan, selangit.”

“Jujur di sini, tidak hanya terbatas pada tidak melakukan praktik KKN selama berkuasa atau menjabat. Namun, lebih dari itu, Bung Hatta jujur terhadap hati nuraninya,” tutur Rachmawati, putrid Bung Karno saat memperingati 100 Tahun Bung Hatta. Bung Hatta lahir di BukitTinggi, dulu bernama Fort de Kock pada 12 Agustus 1902.

Bagaimana dengan Hatta Rajasa? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini melaporkan ke KPK pada awal 2010 bahwa kekayaannya sebesar Rp 14,8 miliar. Jumlah itu naik signifikan dari Rp 9,63 miliar plus US$ 10 ribu pada posisi 4 November 2004. Hatta juga mengoleksi atta Hatta mobil jeep mewah merek BMW seri X5 Drive35i bernomor polisi B 272 HR seharga Rp 1,4 miliar. Mobil itu sempat bermsalah karena saat dikendarai anaknya, Rasyid Amirullah (23) menabrak mobil Daihatsu Luxio hingga menewaskan dua orang penumpangnya, pada 1 Januari 2013.

Untuk menjaga citra keluarga, Hatta pun mengantarkan putranya ke polisi. Proses peradilan pun berlangsung cepat. Pada 25 Maret, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis hukuman enam bulan masa percobaan. Apabila yang bersangkutan melakukan kejahatan yang sama akan dipidana 5 bulan penjara. Alhasil, walaupun dijatuhi vonis, namun Rasyid tak masuk kurungan.

Namun, beda dengan Bung Hatta, sebelum menjadi menteri, Hatta Rajasa adalah seorang pengusaha. Harta tidak bergerak senilai Rp 11,57 miliar didapat saat dirinya menjadi pengusaha.

Antara keduanya tak ada hubungan darah. Kesamaannya, Bung Hatta pernah dekat dengan Istana Kepresidenan, karena dia wapres. Dan, sekarang, Hatta Rajasa tidak hanya dekat, tapi sudah menjadi bagian dari penghuni Istana Kepresidenan. Sebab, dia adalah besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Putri Hatta, yaitu Siti Ruby Alya adalah istri Eddy Baskoro, bungsu Presiden SBY. (saksono)

Related posts