USBI, Universitas Bertaraf Internasional dengan Biaya Terjangkau

Pendidikan adalah faktor kunci pembangunan suatu bangsa. Maka dari itu, keterjangkauan dan ketersediaan akses pendidikan, khususnya pendidikan tingkat tinggi mutlak diperlukan. Dalam peningkatan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, PSF meremikan USBI.

NERACA

USBI adalah sebuah universitas bertaraf internasional dengan program-program yang disediakan serta jalur internasional dengan biaya terjangkau dan Universitas pertama di Indonesia yang memberikan tiga gelar dalam empat tahun melalui program \"USBI International Pathway Program\".

Untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas dan dapat menghadapi tantangan global, pendidikan adalah faktor kunci pembangunan suatu bangsa. Pasalnya, pembangunan ekonomi suatu bangsa terjadi dengan adanya transformasi sosial melalui pendidikan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk membina kaum generasi muda yang memiliki potensi menjadi pemimpin masa depan yang berkaliber tinggi.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Walter McMahon, seorang Profesor Ekonomi di Universitas Illinois, menyatakan bahwa jumlah lulusan sarjana di sebuah negara berkembang mempunyai dampak yang sangat cepat dan dapat diukur secara statistik pada area-area tertentu di dalam masyarakat, termasuk peningkatan ekonomi individu.

Sayangnya, kualitas pendidikan Indonesia dalam satu dekade ini menurun secara signifikan. Berdasarkan data Education For All (EFA) Global Monitoring Report yang dikeluarkan UNESCO tahun 2011, Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Indeks Pembangunan Pendidikan atau Education Development Index (EDI). Adapun di tahun 2012, EDI Indonesia menurun menjadi peringkat ke-64 dari 120 negara. Hal ini disebabkan rendahnya nilai Indonesia pada empat parameter penilaian, salah satunya keterjangkauan dan ketersediaan akses pendidikan, khususnya pendidikan tingkat tinggi.

Sebagai bentuk kepedulian Putera Sampoerna Foundation (PSF) dalam peningkatan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia, PSF meresmikan sebuah universitas bertaraf internasional bernama Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI). USBI berkomitmen untuk menghasilkan lulusan dengan karakter Kepemimpinan, Kewirausahaan, dan Tanggung Jawab Sosial.

Di sela-sela peresmian USBI beberapa waktu lalu, Managing Director Putera Sampoerna Foundation, Nenny Soemawinata menuturkan, dengan memfasilitasi generasi penerus bangsa, para alumni USBI diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang memiliki semangat kepemimpinan, jiwa wirausaha, dan sekaligus memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama dengan memberikan sumbangsih bagi masyarakat Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi generasi penerus bangsa dalam menggapai masa depan yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas yang pada akhirnya mampu mendorong terjadinya perubahan sosial menuju masyarakat sejahtera, ” ujar Nenny.

Proses belajar-mengajar di USBI berfokus pada metode pengalaman belajar aktif (praktik), E-learning, experiential learning dan project based learning di hampir setiap mata kuliah. Untuk mendukung hal tersebut, USBI mengedepankan penggunaan teknologi digital di setiap program studi yang tersedia.

Penyampaian materi kuliah juga dilakukan melalui dunia maya yang akan diaplikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan para mahasiswa yang beragam. Para lulusan USBI dipersiapkan untuk berkarir pada berbagai posisi strategis dan menjadi wirausahawan yang berkualitas setelah mereka lulus.

Beri Tiga Gelar

USBI menawarkan program-program studi di Indonesia yang terintegrasi dengan peluang pada jalur pendidikan internasional dengan pilihan yang sangat luas. Selain itu, USBI juga menawarkan program transfer kuliah ke luar negeri dengan harga yang lebih terjangkau, bila dibandingkan langsung kuliah di luar negeri selama empat tahun.

Biaya kuliah berkisar antara Rp 46 juta hingga Rp 250 juta selama empat tahun tergantung jurusan yang dipilih. Sebagai perkenalan, tahun ini mereka mendiskon biaya kuliah sebesar 20 persen. Sebelum didiskon, Fakultas Seni, Desain dan Media dibanderol Rp 170 juta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen, Akuntansi) untuk France Program Rp 185 juta dan France Duel Degree Program Rp 250 juta. Kemudian Fakultas Pendidikan (Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika) Rp 46 juta, Fakultas Sains dan Teknologi Rp 100 juta dan paket Rp 210 juta.

Tak hanya itu, USBI merupakan Universitas pertama di Indonesia yang memberikan tiga gelar dalam empat tahun melalui program \\\"USBI International Pathway Program\\\". Program ini merupakan kerjasama antara USBI dengan Lone Star College (Texas, Amerika Serikat), salah satu community college terbesar di AS. Melalui program ini, mahasiswa USBI memiliki kesempatan untuk mendapatkan gelar ganda bahkan tiga gelar dalam empat tahun studi.

Cikal bakal USBI muncul di 2009, di saat Putera Sampoerna Foundation mendirikan Sampoernna School of Education, dan Sampoerna School of Business di 2010. Sementara di 2013, kedua institusi tersebut menjadi Fakultas Pendidikan dan Fakultas Bisnis di bawah naungan Universitas Siswa Bangsa Internasional, dengan penambahan dua fakultas baru, yaitu Fakultas Sains & Teknologi dan Fakultas Seni, Desain & Media, serta pusat bahasa Institut Bahasa dan Komunikasi.

Mahasiswa USBI sekaligus penerima award Yosea Kurniawanto mengaku bangga dapat mengenyam pendidikan di USBI. Dia berharap, USBI terus bertumbuh untuk membangun dunia dan pemimpin bangsa. \\\"Saya berkesempatan belajar di sini sejak 2009. Kita semua memahami perkembangan sosial yang berkembang pesat, bangsa ini butuh pemimpin bangsa di dunia,\\\" kata mahasiswa semester 8 itu.

Related posts