Sektor Perkebunan Dominasi Penyaluran Pembiayaan - PNM Balikpapan

NERACA

Balikpapan - Perusahaan milik negara yang fokus pada pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menunjukkan kinerja penyaluran pembiayaan yang positif di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan capaian Rp39 miliar hingga April 2013 atau tumbuh 12% dari periode yang sama di 2012 sebesar Rp34 miliar. Kontribusi penyaluran tersebut masih didominasi oleh UMK yang bergerak di sektor perkebunan khususnya, trading hasil sawit sesuai dengan potensi alam yang ada. “Penambahan kantor ULaMM di Simpang Pait, Kabupaten Paser berpengaruh positif pada capaian kinerja PNM Cabang Balikpapan, selain penyaluran yang tumbuh 12% jumlah nasabah kami pun telah mencapai 1.029 debitur,” ujar Pemimpin PNM Cabang Balikpapan, Muhammad Ramzan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (13/6).

Hingga saat ini, PNM Balikpapan telah memiliki dua kantor klaster, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Klaster Balikpapan membawahi enam kantor ULaMM yaitu Balikpapan, Sepinggan, Soekarno Hatta, Kebun Sayur, Tanah Grogot, dan Simpang Pait. Sedangkan Klaster Samarinda membawahi enam kantor ULaMM yaitu Sungai Kunjang, Pasar Segiri, Samarinda Seberang, Lempake, Sangatta, dan Bontang. “Penyaluran selalu kami upayakan diimbangi dengan pemberian program capacity building pada debitur kami, agar mereka tidak hanya bertambah secara modal tetapi bernilai tambah dari daya saing produk dan pola pikir bisnisnya,” tuturnya.

Kesadaran para pelaku UMK untuk mau berinovasi dan lebih maju usahanya masih minim. Mereka sering terjebak pada pola pikir cepat puas dengan usahanya saat ini ditambah masih berkutat dengan permasalahan klise seperti tata kelola keuangan yang berantakan. Hal ini dinilai menjadi salah satu sumber kendala bagi kelangsungan usaha industri UMK di Indonesia. “PNM rutin melaksanakan program capacity building dengan melaksanakan pelatihan regular maupun klasterisasi, mengintegrasikan pembiayaan dan program pemberdayaan ini merupakan kekuatan kami dan bentuk tanggung jawab sosial kepada UMK binaan kami ” ujar Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi.

Tercatat sepanjang 2012, PNM telah melakukan program pelatihan regular sebanyak 132 kali kepada sekitar 7.425 nasabah. Pada tahun ini, ditargetkan pelatihan akan diberikan kepada sekitar 10 ribu nasabah. “Program capacity building ini akan terus kami lakukan sebagai wujud komitmen PNM dalam memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah kami. Dan sebaliknya, program ini akan mendukung bisnis pembiayaan mikro PNM,” tambahnya.

Kali ini, PNM menggelar pelatihan nasabah ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) di PNM Cabang Balikpapan kepada 75 nasabah UMK sektor perdagangan dan perkebunan yang berasal dari Kantor Klaster Balikpapan. “Banyak UMK binaan kami yang masih bingung dengan cara kelola keuangan yang baik sehingga usaha mereka seringkali tidak berkembang karena cashflow yang tidak tercatat dengan baik,” pungkas Muhammad Ramzan. [mohar]

Related posts