Listing di Pasar Modal, WIKA Beton Bidik Dana Rp 1,5 Triliun - Lepas 35% Saham Ke Publik

NERACA

Jakarta – Ditengah terpuruknya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena dipicu aksi jual investor asing, tidak membuat gentar PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk segera mendaftarkan anak usahanya PT WIKA Beton di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offerimg.

Corporate Secretary WIKA, Natal Argawan mengatakan, PT Wijaya Karya Beton segera melantai di bursa pada November tahun ini, “WIKA Beton siap listing di Bursa bulan November tahun ini, dengan menggunakan buku akhir Juni 2013,”ujarnya di Jakarta, Rabu (12/6).

Menurutnya, dengan penawaran umum perdana saham (IPO), WIKA Beton bakal memperoleh dana segar sekitar Rp 1-1,5 triliun dan memastikan perseroan masih akan menjadi pemegang saham mayoritas di WIKA Beton, “Jika WIKA Beton melepas sahamnya ke publik sama dengan perseroan dulu, yakni sebesar 35%, dapat dipastikan WIKA Beton bakal memperoleh dana segar dari IPO hingga Rp1,5 triliun,”tegasnya.

Untuk IPO ini seendiri perseroan sedang menyeleksi beberapa perusahaan sekuritas untuk ditunjuk menjadi penjamin emisi (underwriter) dalam jatan WIKA Beton. Namun, sayangnya sampai saat ini perseroan belum bisa menjelaskan siapa yang bakal menjadi underwriter dalam IPO tersebut.“Kami masih proses dalam menunjuk penjamin emisi, dalam waktu dekat akan kami umumkan nanti, siapa yang akan menjadi penjamin emisi dalam IPO WIKA Beton nanti,” jelasnya.

Sementara Corporate Secretary WIKA Beton, Puji Haryadi mengatakan, dana hasil IPO tersebut, nantinya akan digunakan untuk memperluas bisnis perseroan dan pembangunan pabrik beton guna meningkatkan kapasitas produksi yang lebih tinggi “Saat ini kapasitas produksi WIKA Beton sebesar 2 juta ton per tahun dari 8 pabrik beton. Kami targetkan kapasitas produksi akan selalu meningkat sebesar 10% tiap tahunnya,”ujarnya.

Target Produksi

Tahun ini, WIKA Beton ditargetkan dapat memproduksi dua juta ton dengan kapasitas 1,8 juta ton. Maka untuk mencapai target produksi tersebut, perseroan akan membangun pabrik baru di Kalimantan. Disebutkan, wilayah yang menjadi incaran WIKA Beton untuk bangun pabrik, seperti Lampung, Batam, Gresik, dan Samarinda. \"Semuanya berada di dekat laut, pabriknya nanti dengan ukuran lebih panjang perbeton hingga 50 meter. Sehingga nanti bisa didistribusikan pada jalur laut,”kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton, Wilfred A Singkali.

Dia menambahkan, pembangunan keempat pabrik ini bisa saja dilakukan pada tahun ini, akan tetapi WIKA Beton saat ini sedang fokus dalam membangun pabrik barunya di wilayah Kalimantan Timur. Rencananya pembangunan pabrik sumber pendanaanya berasal dari belanja modal WIKA pada tahun ini sebesar Rp1,7 triliun. Dimana WIKA Beton memperoleh alokasi sebesar Rp250 miliar dari belanja modal WIKA tahun 2013.

Selain itu, WIKA Beton juga tengah membangun pabrik baru WIKA KOBE di kawasan industri Karawang Jawa Barat yang ditargetkan dapat berproduksi pada semester II-2013. Nantinya pabrik ini dipersiapkan untuk memproduksi beton pracetak, khususnya memenuhi kebutuhan pembangunan MRT di Jakarta dan proyek lain yang dananya bersumber dari pinjaman Jepang. Disamping itu, peningkatan kapasitas juga akan dilakukan dengan melakukan akusisi perusahaan sejenis. Menurutnya, aksi korporasi akuisisi sudah barang tentu harus memberikan peningkatan nilai tambah bagi perseroan dalam hal perluasan pasar, peningkatan kapasitas produksi ataupun penciptaan produk baru.

Sebagai informasi, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini berhasil meraup omzet penjualan senilai Rp2,03 triliun, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 triliun. Seiring peningkatan penjualan, laba bersih perseroan juga tumbuh 24% mejadi Rp179,37 miliar dibanding periode 2011 sebesar Rp144,42 miliar. (bani)

Related posts