Garuda Tunggu Moment Tepat Rights Issue - Pasar Saham Lesu

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar saham yang tengah terpuruk, menjadi pertimbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk mencari moment tepat untuk melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue,”Kami tetap akan lakukan aksi korporasi ini. Namun, kami masih berhati-hati dan belum tahu kapan akan dilaksanakan, karena masih melihat masih melihat pasar. Yang penting sudah dapat persetujuan dari pemegang saham,\" kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (11/6).

Menurutnya, bukti keseriusan Garuda Indonesia untuk melakukan right issue adalah tengah digelarnya beauty contest untuk memilih penjamin emisi dalam hajatannya tersebut. Namun, sayangnya Emirsyah belum mau menyebutkan perusahaan sekuritas yang ikut dalam beauty contest tersebut dan siapa yang akan terpilih nanti, “Kami serius untuk lakukan right issue. Kami sedang lakukan beauty contest guna memilih penjamin emisi dalam right issue Garuda nanti,”ujarnya.

Kabar Garuda bakal melepas 10% dari total modal disetor perseroan melalui mekanisme right issue dan bakal meraup dana segar senilai Rp 2 triliun melalui right issue tersebut. Hal ini dilakukan perseroan untuk meningkatkan kinerja keuangan lebih baik lagi kedepannya.

Kemudian untuk memenangi persaingan bisnis maskapai penerbangan, Garuda Indonesia tahun ini bakal mendatangkan 24 armada baru yang terdiri dari 4 unit Boeing 777-300 ER, 3 unit Airbus A330, 10 unit Boeing 737-800NG, dan 7 unit Bombardier CRJ1000 NextGen.

Sementara anak usahanya, Citilink juga akan mendatangkan 16 armada baru yang terdiri dari 11 unit A320-200 dan 5 unit ATR-72. Dengan demikian, Garuda Indonesia pada tahun 2015 mendatang akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat.

Adapun upaya yang dilakukan perseroan demi meneruskan program ekspansi bisnisnya memerlukan dana investasi mencapai Rp 4 triliun. Maka untuk itu, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I 2013, tahap pertama senilai Rp 2 triliun dari total maksimal Rp 4 triliun.

Dana dari hasil penawaran obligasi ini, sebesar 80% akan digunakan untuk pembayaran uang muka atau down payment (DP) pembelian pesawat jenis B737-800ER, A330-300 dan A320. Sedangkan sisa dana sebesar 20%, akan digunakan untuk modal kerja dalam bentuk pembayaran sewa pesawat.

Kupon Kompetitif

Adapun bunga obligasi berkelanjutan I tahap pertama yang berjangka waktu lima tahun, serta dijamin secara kesanggupan penuh ini ditawarkan berkisar 8,25% hingga 9,25%. Sebagai underwriter, perseroan menunjuk Bahana Securities dan Mandiri Sekuritas dengan Wali amanat adalah bank CIMB Niaga Tbk.

Untuk obligasi tersebut, perseroan telah mendapatkan peringkat A dari Fitch Ratings. Masa penawaran awal obligasi berkelanjuta I tahap pertama tahun 2013 ini, akan dilaksanakan pada tanggal, 11-14 Juni dan 17-19 Juni 2013, dengan masa penawaran 1-2 Juli 2013, dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Juli 2013.

Selanjutnya, untuk memberikan kenyamanan bagi penumpangnya, Garuda Indonesia

bakal memasang layanan koneksi Internet nirkabel atau WIFI di setiap pesawatnya. Rencana ini akan segera terealisasikan pada bula Juli tahun ini. \"Saat ini WIFI sudah terpasang dan tinggal mengaktifkan saja di dua pesawat terlebih dahulu, yakni Boeing 330 dan B 737. Tinggal urusan regulasinya saja saat ini, kami targetkan dalam waktu dekat layananya ini segera bisa di nikmati oleh penumpang pesawat Garuda,\" ujar Emirsyah

Dia menambahkan, pemasangan WIFI ini akan berlaku untuk rute domestik dan Internasional. Fasilitas ini gratis untuk penumpang first class Garuda Indonesia. Sementara, untuk penumpang kelas ekonomi, harus membayar biaya tambahan untuk bisa menikmati layanan ini. (bani)

Related posts