APAC Centertex Naikkan Harga Jual Sekitar 15% - Dampak Kenaikan BBM

NERACA

Jakarta – Perusahaan garmen dan tekstil PT APAC Citra Centertex Tbk sudah menaikkan harga jual barang atau penyesuaian harga sekitar 10-15% seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, “Kita sudah naikkan harga dan kedepan akan dinaikkan, berapa nilai kenaikannya masih di kaji,”kata Direktur PT APAC Citra Centertex Tbk, Anas Bahfen di Jakarta, Selasa (11/6).

Menurutnya, kenaikan harga BBM dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap penjualan karena menyesuaikan harga ekspor. Hanya saja, kenaikan BBM ini akan disesuaikan untuk pasar domestik.

Selain itu, dampak kenaikan BBM ini akan menuntut perseroa untuk melakukan efisiensi. Oleh karena itu, perseroan akan melakukan peremajaan mesin lama dengan mesin baru. Rencananya, perseroan akan menambah 30 mesin baru dengan nilai investasi sekitar US$ 10 juta.

Kemudian soal pasar ekspor yang tengah suram, kata Anas Bahfen, perseroan akan meningkatkan penjualan pasar domestik seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Nantinya porsi penjualan dalam negeri sekitar 60% dan sisanya 40% untuk ekspor, “Jika sejak tahun 2000 pasar ekspor sekitar 70% dan sisanya dalam negeri, kedepan akan dirubah dalam negeri lebih besar dan sisanya ekspor,”ungkapnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar US$ 180 juta atau tumbuh dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Menurut Anas, target perseroan tahun ini masih konservatif karena fokus untuk mengurangi rugi.

Sebagai informasi, hingga kuartal pertama realisasi penjualan perseroan mencapai US$ 43 juta dan diharapkan bisa dikejar pada semester kedua tahun ini. Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp 99,29 miliar atau naik dibandingkan tahun 2011 kerugian perseroan hanya Rp 82,87 miliar.

Disebutkan, faktor kenaikan tarif dasar listrik, fluktuasi harga bahan baku kapas dan krisis Eropa menjadi pemicu negatifnya kinerja perseroan. Dimana penurunan tercermin dalam penjualan tahun 2012 sebesar Rp 1,5 triliun atau turun dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 1,9 triliun.

Sedangkan pencapaian pasar ekspor perseroan yang membukukan sebesar Rp 598,92 miliar turun disbanding tahun 2011 pencapai ekspor mencapai Rp 1 triliun. Sebaliknya, penjualan di pasar domestik naik mencapai sebesar Rp 920,14 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 857 miliar. (bani)

Related posts