Pasca Terpuruk, IHSG Berpotensi Menguat

NERACA

Jakarta – Pergerakanindeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum juga menunjukkan pemulihan ditengah sentimen negatif dan aksi jual investor asing. Investor asing \'melarikan\' dana hingga hampir Rp 4 triliun dari lantai bursa dan ujungnya, indeks BEI ditutup anjlok 167,417 poin (3,50%) ke level 4.609,948. Sementara Indeks LQ45 amblas 28,639 poin (3,64%) ke level 757,276.

Kata analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, pelemahan indeks BEI masih pengaruhi aksi jual investor, “Sentimen negatif bagi pasar saham cukup kuat, pelemahan juga terjadi di bursa saham global,”ujarnya di Jakarta, Selasa (11/6).

Dia mengatakan, rencana The Fed AS yang merencanakan untuk menghentikan program pelonggaran kuantitatif (QE) serta ekonomi China yang cenderung melambat mendorong pelemahan saham-saham global, termasuk di pasar domestik.

Meski demikian, Abidin mengatakan saham-saham di pasar domestik sudah memasuki area jenuh jual (over sold) sehingga potensi penguatan indeks BEI terbuka. Dirinya memproyeksikan indeks BEI Rabu berpotensi menguat karena beberapa investor sudah melakukan akumulasi saham.

Sementara Direktur BEI, Frederica Widyasari Dewi mengatakan, pelemahan bursa domestik cenderung disebabkan oleh faktor eksternal, sementara dari dalam negeri fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid, “Fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, jadi potensi pertumbuhan masih ada,”tandasnya.

Pada perdagangan Selasa sore, aksi jual didominasi investor asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 3,97 triliun di seluruh pasar. Transaksi jual investor asing menanjak akibat transaksi tutup sendiri saham produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) senilai Rp 2,1 triliun di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 213.046 kali pada volume 6,929 miliar lembar saham senilai Rp 13,25 triliun. Sebanyak 44 saham naik, sisanya 288 saham turun, dan 35 saham stagnan.

Nilai dan volume transaksi juga meningkat dengan adanya transaksi tutup sendiri saham ROTI dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) oleh broker Buana Capital (RF) di pasar negosiasi. Bursa-bursa di Asia seluruhnya berakhir di zona merah gara-gara aksi ambil untung. Pasar saham China masih tutup menyambut hari libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 650 ke Rp 3.500, Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 8,950, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 425 ke Rp 3.575, dan Astra Agr0 (AALI) naik Rp 300 ke Rp 19.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.400 ke Rp 31.200, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.300 ke Rp 82.900, Lionmesh (LMSH) turun Rp 2.200 ke Rp 10.200, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.100 ke Rp 49.100.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 122,617 poin (2,57%) ke level 4.654,748. Sementara Indeks LQ45 anjlok 21,574 poin (2,75%) ke level 764,341. Investor asing melepas saham atau mencatat penjualan bersih (foreign net sell) hingga lebih dari Rp 3 triliun.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 117.521 kali pada volume 3,709 miliar lembar saham senilai Rp 8,463 triliun. Sebanyak 32 saham naik, sisanya 266 saham turun, dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 8,950, (PTSP) naik Rp 425 ke Rp 3.575, (SMDR) naik Rp 175 ke Rp 3.800, dan (ARII) naik Rp 110 ke Rp 1.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.800 ke Rp 31.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.700 ke Rp 83.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 49.900, dan Adira Finance (ADMF) turun Rp 900 ke Rp 8.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 3,54 poin atau 0,07% ke posisi 4.773,82, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,44 poin (0,06%) ke level 785,47, “Secara teknikal indeks BEI masih cenderung bergerak melemah untuk perdagangan Selasa,\" kata analis Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja.

Karena itu, dirinya memperkirakan bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan harga pada pertengahan bulan Juni setelah Pemerintah menyetujui rencana pembagian BLT kepada rakyat miskin di Indonesia. Diharapkan hal itu menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung berharap perbaikan proyeksi ekonomi AS dapat memberi efek positif bagi bursa saham di kawasan Asia, termasuk IHSG BEI.

Dia mengemukakan bahwa lembaga pemeringkat S&P menaikkan peringkat utang AS menjadi stabil dari sebelumnya negatif seiring dengan membaiknya perekonomian dan menurunnya risiko fiskal AS.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 124,85 poin (0,58%) ke level 21.490,24, indeks Nikkei-225 naik 17,33 poin (0,02%) ke level 13.516,44, dan Straits Times melemah 11,41 poin (0,36%) ke posisi 3.189,78. (bani)

Related posts