free hit counter

Program BLSM Hanya Akal-Akalan Pemerintah

Dianggap Misterius dan Tidak Jelas

Selasa, 11/06/2013

NERACA 

Jakarta – Rencana program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang bakal digulirkan pemerintah pasca kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terus menuai kritikan tak sedap. Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, misalnya. Di mata Fuad, BLSM hanya akal-akalan pemerintah yang berkuasa saat ini. Terlebih mendekati Pemilihan Umum 2014 untuk mendulang suara rakyat. “Ini sebenarnya permainan politik uang yang dibungkus dengan cara menolong rakyat melalui pemberian bantuan dengan uang BBM”, ungkap dia kepada Neraca, Senin.

Fuad menguraikan, sangat aneh jika pemerintah menyuarakan untuk penghematan dengan menaikkan harga BBM. Pasalnya, utang luar negeri pun saat ini tercatat lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, dia menilai, BLSM hanya akal-akalan pemerintah untuk mengambil simpati rakyat untuk keberlanjutan partai politik tertentu.

Kenaikan harga BBM juga diakui Fuad memang menjadi hal biasa dan telah dilakukan pemerintah sebelumnya. Namun, dengan kebijakannya yang saat ini masih diwacanakan menunjukkan “amatirnya” pemerintah dalam mengambil tindakan sehingga efek negatif yang ditimbulkannya menjadi lebih besar. “Dari mulai dua harga dan waktunya yang diulur-ulur sehingga menyebabkan efek negatif yang seharusnya muncul hanya sekali, saat ini menjadi tiga kali," tandas Fuad.

Karena itu, dia menilai, kenaikan harga BBM saat ini sangat tidak tepat. Mengingat, dekatnya bulan puasa yang secara otomatis akan mengerek kenaikan harga-harga di pasar. Jadi, rakyat pun sebenarnya telah dirugikan. “Karena pemerintah mewacanakan kenaikan harga BBM, harga-harga pun sudah telanjur naik, ditambah mendekati bulan puasa”, imbuh Fuad.Next