Indo Acidatama Investasikan Rp20 Miliar - Diversifikasi Produk Ethanol

NERACA

Jakarta- PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), perusahaan yang bergerak di bidang industri agro kimia mengatakan telah menyiapkan dana sebesar Rp20 miliar untuk pengembangan usaha pada produk bio ethanol.

Oleh karena itu, hingga kini perseroan masih menunggu regulasi yang mendukung produksi bio ethanol dari pemerintah, “Untuk membuat bio ethanol maka bagi perusahaan seperti kami nilai investasinya sebesar Rp20 miliar dan hanya membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan. Kapasitas diperkirakan sebesar 50.000 liter per hari.” kata Direktur PT Indo Acidatama Tbk, di Jakarta, Senin (10/6).

Menurutnya, produk bio ethanol menjadi salah satu produk yang akan dikembangkan perseroan. Namun sayang, saat ini regulasi mengenai produk bio ethanol masih berada di Departemen Keuangan sehingga pihaknya belum dapat merealisasikan rencana pengembangan produk tersebut. Perseroan pun optimistis, jika bio ethanol diizinkan pemerintah maka permintaan untuk ethanol juga akan mengalami peningkatan.

Selain melakukan pengembangan pada produk ethanol, lanjut dia, perseroan juga tengah berupaya untuk melakukan efisiensi guna menekan kenaikan bahan baku. “Biaya bahan baku sekitar 65-70% makanya kita cenderung efisiensi di bahan baku. Biaya bahan baku sekitar Rp190 miliar per tahun. Dengan efisiensi, diharapkan bisa menyumbang margin sekitar Rp10 miliar.” jelasnya.

Strategi lainnya yang akan dilakukan perseroan, yaitu menyasar konsumen ethanol kualitas premium karena nilai jualnya 30% di atas harga normal. Pasalnya, untuk kualitas premium, tidak hanya didasarkan pada kadar ethanol, “Bahan ikutan hasil fermentasi dihargai dengan nilai lebih dibandingkan dengan sekadar kadarnya. Misalnya, harga Rp8000 menjadi Rp11 ribu- Rp12 ribu.” ucapnya.

Kedepan perseroan akan meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk ethanol kualitas premium, baik lokal maupun ekspor untuk perusahaan-perusahaan kosmetik dan minuman. Sebagai industri dan produk hulu yang diperlukan oleh industri-industri lain (hilir), pihaknya menilai sektor industri agrokimia merupakan sektor yang prospektif dan positif.

Ditargetkan, pada tahun ini perseroan dapat mencatatkan penjualan sekitar Rp442 miliar. Sementara itu, hingga akhir tahun tahun 2012, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp384,15 miliar. Pencapaian tersebut dikontribusikan dari penjualan produk ethanol sebesar 75%, penjualan produk asam cuka 10%, produk ethyl asetat 11%, penjualan pupuk bio organik plus sebesar 1%, dan sisanya berasal dari produk lainnya. (lia)

Related posts