Tambah Gerai, Alfamidi Siapkan Capex Rp 600 Miliar

NERACA

Tangerang – Tahun 2013 ini, perusahaan ritel modern PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp600 miliar.

Direktur Keuangan, Suantopo Po, PT Midi Utama Indonesia Tbk mengatakan, sumber belanja modal tersebut sebanyak 75% berasal dari pinjaman, sisanya 25% dari kas internal perseroan, “Komposisi pendanaan yang sebesar 75% atau Rp 400 miliar dari pinjaman bank didapatkan dari Bank BCA, Rp 300 miliar dari pinjaman investasi, dan Rp 100 miliar dari modal kerja. Yang sudah ditarik sekitar Rp 100 miliar,”ujarnya di Tanggerang Banten, Senin (10/6).

Hingga kuartal I 2013, perseroan telah menyerap capex sebesar Rp 66,7 miliar yang digunakan untuk penamahan gerai, perbaikan gerai, dan perbaikan pusat distribusi. Sementara itu dalam rangka meningkatkan efisiensi serta menghindarkan terjadinya tumpang tindih pada convenience store yang dimiliki , PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) yang merupakan anak perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tahun ini memutuskan untuk tidak membuka gerai baru Alfaexpress.\"Kami tidak berencana untuk mengembangkan Alfaexpress lagi, karena akan tumpang tindih dengan Lawson. Untuk kedepan kita akan lebih mengembangkan Lawson,”kata Suantopo Po.

Menurut Dirketur Operasional MIDI, Deny Liaw saat ini perseroan tengah mengkaji apakah kedepan Alfaexpress akan dikonversikan ke Alfamidi atau Lawson. Hingga saat ini perseroan masih mengkaji ulang format Alfaexpress, apakah akan ada yang konveri atau tidak, tapi pasti akan ada Alfaexpress yang di konversi walaupun masih belum mengetahui berapa jumlahnya.

Operasikan Alfa Express

Perseroan sendiri menargetkan akan mendapatkan keputusan tentang Alfaexpress pada pertengahan Juli mendatang. Hingga saat ini, jumlah gerai Alfa Express yang telah dioperasikan berjumlah 116 gerai.

MIDI juga menargetkan untuk dapat membuka sebanyak 150 gerai baru dan 10 gerai Lawson. Untuk tahun ini selain menargetkan membuka gerai baru, perseroan juga telah membangun satu pusat distribusi baru.\"Target kami akan membuka 150 gerai Alfamidi dan 10 gerai Lawson. Dan akan mengembangkan ekspansi pusat distribusi dan hanya membuka 1 pusat distribusi baru di Kalimantan Timur tepatnya di Samanrinda,”ungkapnya.

Disebutkan, dalam membangun satu gerai Alfamidi, perseroan mengeluarkan investasi Rp 2 - 3 miliar. Ini terkait dengan peraturan waralaba dari Kementrian Perdagangan. Total waralaba untuk Alfamidi 18 gerai, Alfaexpress 13 gerai.

Saat ini, perseroan aktif ikut pameran franchise, iklan di media masa dan menawarkan masyarakat disekitar, dalam rangka memenuhi peraturan Kemendag. Dalam 5 tahun, ada sekitar 140 gerai diwaralabakan oleh MIDI. \"Untuk tahun ini kita tidak ada target khusus, karena biaya untuk merawalabakan tinggi sehingga sedikit sulit untuk merawalabakan Alfamidi,\" tuturnya.

Bagikan Dividen

Kemudian hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perseroan memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2012 Rp 3,9 per saham atau Rp 192,4 juta setara dengan 40% dari laba bersih perseroan.

Perseroan rencananya akan membayarkan dividen kepada para pemegang saham pada tanggal 18 juli mendatang. Sementara itu, laba komperehensif perseroan diketahui mengalami peningkatan sebesar 42,3% dari Rp 31,6 miliar di tahun 2011 menjadi Rp 45 miliar pada tahun 2012. Peningkatan laba bersih ini didorong oleh peningkatan sebesar 49,9% menjadi Rp 3,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,6 triliun.

Selama tahun 2012 perseroan telah membuka 129 gerai Alfamidi dan 74 gerai Lawson. Sehingga total gerai yang dimiliki perseroan sampai dengan akhir tahun 2012 adalah sebanyak 652 yang terdiri dari 452 gerai Alfamidi, 116 gerai Alfaexpress dan 84 gerai Lawson yang tersebar di Jabodetaabek dan beberapa wilayah di luar Jawa. Pertumbuhan jumlah tersebut ditunjang oleh 6 cabang pusat distribusi perseroan di Serpong, Bekasi, Surabaya, Bali, Makasar, dan Medan. (nurul)

Related posts