Surya Toto Indonesia bagi Dividen Rp99,1 Miliar

NERACA

Jakarta-PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), produsen keramik membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp99,1 miliar atau 41,8% dari total laba bersih tahun buku 2012 senilai Rp235,9 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp200 per lembar saham.

Direktur Surya Toto Indonesia Setia Budi Purwadi mengatakan, perseroan telah membagikan dividen interim senilai Rp100 per saham pada 14 Januari 2013 lalu. “Sisanya Rp100 per saham akan dibayarkan pada bulan Juli mendatang,” jelasnya di Jakarta, Senin (10/6).

Disebutkan, pada tahun lalu perseroan mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 17,5% menjadi Rp1,57 triliun, dibandingkan penjualan neto di tahun sebelumnya Rp1,34 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp479,07 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp396,99 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp342,97 miliar, dari Rp299,79 miliar dan laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp336,28 miliar, YoY dari Rp293,03 miliar.

Sementara itu, laba bersih tumbuh sebesar 8,17%, menjadi Rp235,94 miliar atau Rp476 per saham dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp218,12 miliar atau Rp470 per saham.

Perseroan berencana akan merealisasikan investasi sebesar Rp100 miliar untuk membangun pabrik sanitary ware di Mojokerto, Jawa Timur. “Kami segera mendirikan pabrik sanitary ware. Investasi yang akan ditanamkan mencapai Rp100 miliar dan pabrik baru tersebut akan beroperasi pada 2014,” kata Direktur Surya Toto Indonesia, Juliawan Sari.

Pembangunan parik tersebut dimaksudkan agar dapat mendukung penjualan perseroan pada tahun ini, di mana hingga kuartal pertama 2013, perseroan mencatatkan total penjualan Rp 417,9 miliar, atau naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total penjualan tersebut, kata dia, penjualan lokal mencapai Rp 334,2 miliar naik 11,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk ekspor, perseroan memprediksi kurang lebih sama dengan tahun lalu, di mana hingga kuartal pertama 2013, ekspor mencapai Rp 83,6 miliar, atau naik sebesar 14,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. (lia)

Related posts