Sritex Tetapkan Saham IPO Rp 240 Per Saham

Perusahaan garmen, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menetapkan harga saham perdana (initial public offering/IPO) di Rp240 per saham. Nilai tersebut tampaknya di dekat batas bawah dari harga yang ditawarkan perseroan, yakni Rp230-Rp385.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/6). Sebagaimana diketahui, perseroan menawarkan saham perdana maksimal 5,60 miliar lembar saham atau 30,12% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil, nilai IPO Sritex mencapai Rp1,34 triliun.

Sementara dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk ekspansi divisi spinning sebesar 87% dan 13% untuk ekspansi divisi garmen. Untuk penawaran saham perdana tersebut, perusahaan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Penawaran umum saham perseroan dilangsungkan sejak 10-12 Juni 2013. Sedangkan saham Sritex direncanakan akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2013.

Belanja Modal

Asal tahu saja, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp2,4 triliun hingga 2014. Dana tersebut berasal dari perolehan dana hasil IPO. Direktur Keuangan Allan M Severin pernah bilang, dana belanja modal berasal dari dana IPO, perusahaan berharap mampu memperoleh dana dari IPO sebesar Rp1,5 triliun, “Anggaran belanja modal 2013 hingga 2014 sebesar Rp2,4 triliun, dana tersebut sebesar Rp1,5 triliun berasal dari equity dan sisanya bank. Sudah ada beberapa bank yang membiayai, kita masih diskusi,”ungkapnya.

Saat ini, divisi spinning memiliki kapasitas produksi 353 ribu bales of yarn per tahun dan divisi garmen punya kapasitas produksi hingga 8,2 juta aparel siap pakai dan diharapkan selesai di tahun 2015. Iwan menambahkan, dengan rencana ekspansi dapat meningkatkan kapasitas produksi divisi spinning hingga 700 ribu bales of yarn per tahun dan divisi garmen 16 juta pakaian per tahun. (bani)

Related posts