Pertamina EP Mengaku Rugi Rp404 miliar - Pencurian Minyak

NERACA

Jakarta – Akibat pencurian minyak yang terjadi di jalur pipa Tempino-Plaju, Sumatera Selatan, anak usaha PT Pertamina (Persero) yaitu Pertamina EP mengaku merugi mencapai Rp404 miliar. Hal ini seperti diungkapkan Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam di Jakarta, Senin (10/6).

“Kita mengelami kehilangan minyak akibat pencurian minyak atau illegal tapping yang mencapai 462.568 barel mulai dari Januari 2012-Mei 2013. Paling tinggi pencurian minyak terjadi pada Juli tahun lalu 68 ribu barel, sehari hampir 2.000 barel per hari,” kata Syamsu.

Ia sangat menyayangkan pencurian minyak tersebut padahal untuk mencari minyak butuh biaya yang cukup besar untuk mengebor sumur agar bisa menghasilkan minyak. “Kita ngebor satu sumur untuk dapat 500 barel minyak, eh mereka hanya tinggal mencuri,” keluhnya.

Syamsu menjelaskan hanya bisa pasrah melihat aktifitas pencurian tersebut. Pasalnya yang bertindak untuk melakukan penangkapan adalah aparat keamanan. Pertamina EP sudah bekerjasama dengan Polri dan juga TNI untuk mengamankan pencurian, namun ternyata pencurian masih terjadi. “Bahkan aparat patroli kami pernah dibuat lari karena ditodong senapan laras panjang oleh pencuri tersebut dan mobil patroli dibakar. Kami menyerahkan ini pada aparat keamanan,” ujarnya.

Untuk itu, ia akan bertemu dengan Menkopolhukam untuk menindak pencuri tersebut. Tak hanya itu, Pertamina EP juga melibatkan Mabes Polri dan Direktorat Pengamanan Objek Vital Nasional Polri untuk meningkatkan kegiatan operasi hingga merumuskan langkah penindakan dan penegakan hukum. \\\\\\\"Makin ke sini makin gencar penjarahan. Bahkan minyak Chevron juga mulai dijarah,\\\\\\\" tuturnya.

Sebelumnya, Vice President Legal & Relation Pertamina EP Aji Prayudi mengatakan tahun ini pencurian melibatkan jumlah yang lebih banyak, pelakunya sudah menggunakan senjata api, senjata tajam, dan dilakukan kelompok besar. \\\\\\\"Bukan seperti mencuri lagi tapi sudah menjarah minyak mentah kami,\\\\\\\" ujar Aji.

Dikatakan Aji, ada dugaan pencurian minyak yang terus terjadi selama ini di Tempino-Plaju dibekingi oknum aparat penegak hukum. \\\\\\\"Pasalnya pencurinya juga menggunakan senjara organik sekelas M16, kita pernah ada buktinya berupa foto-foto kegiatan yang mereka lakukan,\\\\\\\" ucap Aji.

Dikatakan Aji, dengan menggunakan senjata M16 tentu saja membuat tim gabungan yang di dalamnya juga ada Polisi dan TNI terpukul mundur karena selain pencurinya banyak lebih dari 50 orang dan bersenjata.

Disparitas Harga

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai disparitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan harga BBM non subsidi serta mahalnya harga minyak dunia berpeluang memancing penyelundup BBM san perbuatan pencurian minyak.

\\\\\\\"Selama masih ada disparitas yang antara harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan harga BBM non subsidi, serta mahalnya harga minyak dunia, maka pemerintah akan selalu berhadapan dengan para penyelundup BBM dan memancing adanya perbuatan pencurian minyak,\\\\\\\" ujar

Sofyano menjelaskan para penegak hukum harus segera mengantisipasi hal Ini. Sedangkan Pertamina selaku pemasok BBM terbesar di negeri ini juga harus mewaspadai secara ketat terjadinya pencurian minyak miliknya. \\\\\\\"Setidaknya dengan membuat sistem pengaman dan pengawasan yang canggih agar tidak dirugikan dari perbuatan pihak-pihak yang berusaha mencari keuntungan besar dengan mencuri minyak dari BUMN tersebut,\\\\\\\" jelasnya. [bari]

Related posts