Tren IHSG Belum Keluar Dari Tekanan

NERACA

Jakarta – Diawal pekan, transaksi saham di bursa efek Indonesia terus terkoreksi dipengaruhi aksi jual investor asing. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 87,959 poin (1,81%) ke level 4.777,365. Sementara Indeks LQ45 jatuh 15,427 poin (1,93%) ke level 785,915.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, melemahnya nilai tukar rupiah mencapai Rp 10.000 per dolarnya juga menjadi sentimen negatif, disamping investor asing melepas saham dengan nilai lebih dari satu triliun rupiah, “Aksi jual asing itu terkait dengan ketidakpastian dari kebijakan bahan bakar minyak (BBM),”ujarnya di Jakarta, Senin (10/6).

Dia menambahkan, IHSG BEI bergerak melawan arah bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas bursa Asia menguat seiring dengan optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang terjadi di AS.

Kemudian untuk perdagangan Selasa, indeks BEI diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Dimana tekanan jual dari pasar masih akan berlanjut meski investor juga diperkirakan akan melakukan \'bargain hunting\' menyusul penurunan besar yang terjadi beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing kembali melakukan penjualan bersih (foreign net sell) yang cukup tinggi, yaitu senilai Rp 1,215 triliun di seluruh pasar. Indeks sektoral yang awalnya kompak menguat di zona hijau kini mulai berjatuhan. Hanya dua yang bertahan positif, sementara delapan lainnya jatuh ke zona merah.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 171.934 kali pada volume 5,493 miliar lembar saham senilai Rp 7,493 triliun. Sebanyak 68 saham naik, sisanya 210 saham turun, dan 77 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia berhasil mengakhiri perdagangan awal pekan dengan kompak berhenti di zona hijau. Pasar saham China tutup menyambut libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 25.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 19.150, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 275 ke Rp 3.575, dan (ABDA) naik Rp 250 ke Rp 3.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.200 ke Rp 27.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 16.550, Matahari (LPPF) turun Rp 800 ke Rp 11.450, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 800 ke Rp 85.200.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 76,257 poin (1,57%) ke level 4.789,067. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,326 poin (1,54%) ke level 789,016. Indeks mulai balik arah tak lama setelah pembukaan perdagangan, dipicu tekanan jual dari investor asing. Investor domestik pun langsung ikut-ikutan.

Indeks sektoral yang awalnya kompak menguat di zona hijau mulai berjatuhan. Hanya dua yang bertahan positif, sementara delapan lainnya jatuh ke zona merah. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 94.827 kali pada volume 3,050 miliar lembar saham senilai Rp 3,707 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 204 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 22.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 18.850, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 275 ke Rp 3.575, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 225 ke Rp 4.125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.250 ke Rp 27.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.150 ke Rp 16.350, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 700 ke Rp 11.200, dan Apexindo (APEX) turun Rp 700 ke Rp 2.200.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik 29,09 poin atau 0,60% ke posisi 4.894,42, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,33 poin (0,92%) ke level 808,68.

Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, potensi penguatan secara teknikal pada sektor-sektor yang telah terkoreksi seperti konsumer, semen, perbankan dan properti mendorong indeks BEI menguat. “Selain itu, positifnya bursa saham di kawasaan Asia juga menjadi salah satu faktor indeks BEI kembali berada di area positif,”ujarnya.

Menurut dia, ekspektasi The Fed masih akan melanjutkan pelonggaran kuantitatif (QE) karena data pengangguran AS naik mendorong bursa AS menguat dan berdampak pada bursa saham di kawasan Asia.

Purwoko Sartono menambahkan, mengawali pekan ini tekanan jual saham diperkirakan mulai mereda sehingga indeks BEI dapat kembali berada di area positif, “Meredanya tekanan terhadap indeks BEI dapat dimanfaatkan pelaku pasar saham untuk transaksi jangka pendek. Diperkirakan indeks BEI bergerak di kisaran 4.810-4.920 poin pada Senin,”ungkapnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng Senin dibuka menguat 91,47 poin (0,42%) ke level 21.666,73, indeks Nikkei-225 naik 380,35 poin (2,93%) ke level 13.254,21, dan Straits Times menguat 25,93 poin (0,81%) ke posisi 3.210,91. (bani)

Related posts