Perkuat Lini Bisnis, Dyandra Gandeng EO Asing - Targetkan 800 Event

NERACA

Jakarta - PT Dyandra Promosindo Tbk (DYAN) terus mengembangkan llini bisnisnya di bidang event organizer (EO). Salah satunya melakukan Joint Venture dengan perusahaan EO asing yaitu Tarsus Group, yang berasal dari AS dan UBMMG Holdings SDN BHD, yang berasal dari Inggris, “Joint venture lebih kepada pelaksanaan kerjasama untuk event - event yang lebih besar dan yang belum pernah ada di Indonesia, mereka memang perusahaan terbesar di kelasnya,\" kata Direktur Operasional DYAN Danny Budiharto di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kerjasama antara Dyandra bersama Tarsus dan UBMMG SDN BHD adalah membentuk perusahaan baru.\"Bersama Tarsus dan UBMMG Holdings SDN BHD kami membentuk company baru, dengan komposisi share 50%. Kami akan lebih ke arah event yang selama ini belum ada atau belum besar,”tandasnya.

Dia menuturkan, UBMMG Holdings SDN BHD merupakan penyelenggara pameran terbesar di Asia dan akan membawa pameran besar itu ke indonesia di 2014. Sedangkan Tarsus lebih kepada komponen mobil, dan diakuinya, DYAN kuat di motorshow jadi akan berkolaborasi untuk menciptakan event baru di tanah air. \"Perusahaan telah berdiri awal tahun dan sudah mulai beroperasi\", ungkapnya.

Tahun lalu, sebelum tercatat sebagai perusahaan Tbk, Dyandra Promosindo berhasil menyelenggarakan lebih dari 500 event dengan meraup laba sebesar Rp 624 miliar. Diharapkan dengan joint venture tersebut, tahun ini perseroan menargetkan dapat menyelenggarakan lebih dari 800 event.

Bangun Hotel

Selain melakukan pengembangan bisnis EOnya, DYAN juga mengembangkan lini bisnis mereka dibidang perhotelan dengan membangun 4 hotel baru bernilai investasi sebesar Rp 230 miliar.

Kata Andy Widjanarko, Presiden Direktur PT Graha Multi Utama sub-holdings DYAN, pembangunan empat proyek hotel ini akan ada di beberapa kota besar di pulau Jawa. Untuk tahun ini sudah satu hotel di buka yaitu Amaris Pratama yang terletak di Bali tepatnya di Nusa Dua, yang berisi 130 kamar dengan total investasi per kamar Rp 30 juta.\"Hotel kedua yang akan di bangun adalah Hotel Santika Cikarang sebanyak 120 kamar dengan nilai investasi per kamar Rp 500 juta dengan total investasi Rp 60 miliar, “ujarnya.

Rencananya, hotel tersebut akan dibuka November mendatang dan kemudian bakal di bangun hotel Amaris Pasar Minggu sebanyak 98 kamar dengan investasi per kamar Rp 130 juta, totalnya senilai Rp 30 miliar akan di buka juga pada November.

Berikutnya ada hotel Santika Kelapa Gading sebanyak 160 kamar dengan investasi per kamar Rp 300 juta. Kata Andy, untuk Santika Kelapa Gading nilai investasinya lebih murah karena strukturnya sudah ada jadi tinggal renovasi saja dan akan dibuka Desember.

Selain itu, Dyandra juga berencana membangun satu hotel berbintang lima di Nusa Bali. Hotel diberi nama Samaya Suites akan ada 90 kamar dengan nilai investasi Rp 800 juta per kamar dengan total Rp 70 miliar, nantinya harga jualnya US$ 100 per malam.

Sementara itu, Andy menyebutkan bahwa dana proyek berasal dari sisa dana initial public offering (IPO) sekitar Rp 110-120 miliar dan sisanya pinjaman perbankan.

\"Kami pinjam dari BCA, BII dan sisanya banyak bank. Nilai investasi ini hanya biaya konstruksi saja bukan termasuk lahan tanah\", ujar dia..

Untuk seluruh pengembangan bisnisnya di beberapa lini, DYAN siapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. \"Untuk total keseluruhan capex kami mencapai Rp500 miliar, untuk pengembangan bisnis dan pengembangan,”kata Direktur Keuangan DYAN, Budiyanto Lusli.

Sebelumnya, perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memutuskan untuk membagikan dividen Rp2 per saham atau Rp8 miliar atau setara dengan 13,6% dari total laba bersih perseroan. Rencananya dividen akan dibayarkan pada 2 Agustus 2013. (nurul)

Related posts