Yanaprima Hastapersada Sasar Pasar Amerika Latin - Targetkan Laba Rp17,5 Miliar

NERACA

Jakarta-PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), perusahaan produksi karung plastik dan kantong semen akan melakukan pengembangan usaha ke Amerika Latin untuk mengejar kontrak kerja sama baru dengan beberapa perusahaan terkait. Targetnya, perseroan dapat mencatatkan laba bersih mencapai Rp17,5 miliar pada tahun ini. “Untuk pasar ekspor kita upayakan ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Amerika Latin untuk kontrak baru dan lama yang akan kita perbarui lagi.” kata General Manager YPAS, Irwan Susanto di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dengan perluasan pasar ekspor, komposisi pasar lokal dan ekspor diharapkan menjadi 85%:15% dari komposisi sebelumnya yang berada di kisaran 90%:10% Sementara itu, dari pasar dalam negeri, perseroan telah menandatangi kontrak kerja sama jangka panjang dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp40 miliar. Selain itu, perseroan juga telah menjalin kerja sama dengan PT Semen Baturaja, PT Indocement Tunggal Prakarsa, dan PT Holcim Indonesia.

Direktur Keuangan PT Yanaprima Hastapersada, Rinawati mengatakan, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp500 miliar dengan laba bersih sebesar Rp17,5 miliar. Untuk itu perseroan menyiapkan dana belanja modal (Capital expenditure/ Capex) sebesar Rp 40 miliar. “Belanja modal Rp 40 miliar untuk membeli mesin baru dan peralatan tambahan penunjang. Saat ini produksi 20.000 ton per tahun. Target, 24.000 ton per tahun.” ucapnya.

Sumber dana belanja modal tersebut, lanjut dia, sebesar 20% berasal dari kas internal perseroan, sedang 80% diperoleh dari Indonesia Exim Bank. Sampai dengan kuartal pertama 2013, pihaknya mencatat telah menggunakan belanja modal sebesar capex Rp 10 miliar yang digunakan untuk mendukung biaya operasional perseroan.

Ekspansi Bisnis

Disebutkan Rinawati, selain memperluas pasar ekspor, ekspansi yang dilakukan perseroan di tahun ini yaitu menyelesaikan ekspansi di lini produk kantong semen 1 ply. Adapun kapasitas produksi saat ini sebanyak 100 juta lembar kantong 1 ply per tahun.

Perseroan juga tengah berusaha melakukan kontrak jangka panjang dengan beberapa pelanggan pabrikan.“Semen Gresik telah menandatangani MoU untuk memakai kantong 1 ply di tahun 2013. Diharapkan pabrikan semen lainnya mengikuti pemakaian kantong 1ply untuk kemasan antarpulau.” jelasnya.

Hingga kuartal pertama 2013, kata dia, perseroan telah mencatatkan penjualan sebesar Rp 122 miliar dengan kenaikan penjualan retail di Makassar menjadi Rp6 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,1 miliar.

Namun, laba bersih yang dicatatkan perseroan hanya Rp 3,3 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,4 miliar. Terjadinya penurunan laba bersih tersebut ditengarai karena adanya kenaikan upah dan tarif dasar listrik (TDL). “Pengadaan pangan dan pupuk di Triwulan 1 ini mengalami penurunan yang signifikan. Adanya tekanan pada HPP (harga pokok penjualan) akibat naiknya upah dan Tarif Dasar Listrik,” imbuhnya. (lia)

Related posts