Lagi, Tahun Ini HERO Tidak Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta – Untuk kesekian kalinya, perusahaan ritel modern PT Hero Supermarket Tbk (HERO) kembali tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, keputusan tidak membagikan dividen telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 5 Juni 2013. Dimana seluruh laba tahun 2012 sebesar Rp302.728.112.979 akan digunakan sebagai laba ditahan yang akan memperkuat struktur permodalan perseroan guna mendukung ekspansi perusahaan.

Dalam RUPST juga disetujui pengunduran diri Anton Lukmanto dan Mabel Thel Iskandar sebagai direktur perseroan dan Ali Darwin dari jabatan komisaris independen perseroan serta Dato John Coyle dan Antony Lee sebagai Komisaris Perseroan.

Sementara pejabat baru di Hero Supermarket adalah Percy Marimba sebagai direktur baru perseroan, Anton Lukmanto, Arief Istanto dan Graham Allan sebagai komisaris perseroan dan Edy Sugito sebagai komisaris Indpenden.

Sebagai informasi, PT Hero Supermarket Tbk tidak pernah membagikan dividen sejak 2010 lalu. Direktur HERO Lai Saye Chuan pernah bilang, pihaknya masih fokus untuk melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis, “Perseroan masih memerlukan dana investasi yang besar untuk ekspansi dan perseroan juga meminjam uang dari bank dan pemegang saham untuk ekspansi bisnis tersebut,\"ujarnya.

Pada 2010, alasan perseroan tidak membagikan dividen untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat mendukung ekspansi yang berkelanjutan. Rupanya keputusan tidak membagikan dividen juga di ikuti PT Star Petrochem Tbk (STAR).

Dalam rapat umum pemegang saham tahunannya (RUPST) memutuskan tahun ini tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Menurut Direktur Utama STAR, Asep Mulyana, RUPST menyetujui laba yang diperoleh tahun buku 2012 tidak dibagikan, namun akan dicatat sebagai dana cadangan dan laba ditahan untuk meningkatkan modal kerja perseroan. \"Jadi dari laba tahun lalu sekitar Rp250 juta akan dicatat sebagai dana cadangan dan sisanya Rp608,7 juta akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk meningkatkan modal kerja,”katanya.

Sepanjang 2012 lalu, PT Star Petrochem Tbk berhasil membukukan laba sebesar Rp858,7 juta yang ditopang dari pendapatan sebesar Rp204,73 miliar. Perseroan tahun ini berencana meningkatkan pendapatan dan laba bersih masing-masing 10% menjadi Rp225,20 miliar dan Rp944,57 juta. (bani)

Related posts