BEI Sikapi Wajar Dana Asing Keluar - Nilainya Capai Rp 20 Triliun

NERACA

Jakarta –Derasnya dana asing yang keluar dari pasar modal dalam dua pekan terakhir, disikapi dingin oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, aliran investasi asing yang keluar dinilai wajar karena dana asing di pasar saham domestik diyakinni masih relatif cukup tinggi.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, dana asing yang keluar akibat aksi ambil untung masih kecil ketimbang dana yang masuk masih cukup tinggi, “Dana dari Jepang saat ini banyak masuk ke pasar saham domestik. Kalau ada yang keluar wajar, pasar harus ada koreksinya untuk ambil untung,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kalau dibandingkan dengan bursa saham negara lain, indeks BEI dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan yang relatif cukup positif. Tercatat di saat bursa Filipina dan China turun, pasar modal dalam negeri masih positif.

Sementara Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan, saat ini, pemodal asing cenderung melakukan penarikan dananya setelah indeks saham Dow Jones juga sedang masuk dalam tren pelemahan,”Namun, kondisi itu cukup baik untuk pasar yang sehat setelah nilainya terus menanjak harus ada saat koreksi. Secara fundamental pasar modal Indonesia juga masih memiliki prospek yang baik,\" ujarnya.

Lanjutnya, penarikan dana asing yang terjadi di bursa saham di Indonesia diproyeksikan hanya berlangsung sementara dan investor asing akan masuk kembali ke pasar Indonesia. Pada awal tahun ini merupakan sejarah bagi pasar modal Indonesia karena investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga Rp20 triliun.

Pekan ini, sejumlah analis pasar modal Indonesia memperkirakan aksi jual masih akan membayangi saham-saham di BEI meskipun dengan kecenderungan lebih terbatas, “Awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan berada dalam tren \'bearish\' (melemah),\" kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Menurut dia, meredanya tekanan terhadap indeks BEI dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan perdagangan saham jangka pendek. Indeks BEI sendiri diperkirakan di kisaran 4.810-4.920 poin. Sementara itu analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin mengingatkan agar pelaku pasar mencermati pergerakan indeks saham global. Posisi indeks BEI bisa turun cukup dalam lagi jika bursa regional tertekan signifikan.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengaku bahwa pihaknya tidak khawatir terhadap keluarnya dana investor asing dari pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Dia mengatakan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi tempat yang menarik bagi investor asing seiring dengan pertumbuhan laba emiten yang relatif cukup positif dan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) emiten di BEI yang tinggi, “Pertumbuhan emiten itu menjadi salah satu daya tarik bagi investor asing dalam berinvestasi di saham-saham Indonesia. BEI masih optimistis pasar modal Indonesia akan tetap menarik bagi investor asing,\" ujarnya.

Menurut Ito, aksi lepas sebagian saham investor asing di bursa domestik lebih karena keputusan insidental dan bukan karena tren menurunnya minat berinvestasi di BEI. (bani)

Related posts