Greenpeace Dukung Presiden SBY - Dinilai Melindungi Keanekaragaman Hayati

NERACA

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkungan Hidup, Greenpeace, karena dianggap melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia. “Kehadiran Presiden Indonesia di atas kapal kami merupakan wujud nyata atas dukungan mewujudkan perlindungan atas keanekaragaman hayati, termasuk kelompok masyarakat yang hidup dari keanekaragaman hayati itu sendiri,” kata Executive Director of International Environmentalist Group Greenpeace, Kumi Naidoo, kala bertemu Presiden SBY di atas kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, di Jakarta, Jumat (7/6) pekan lalu.

Greenpeace, lanjut Kumi, mencatat kemajuan terjadi kemajuan selama Pemerintahan SBY. Kemajuan tersebut membawa perlindungan pada hutan sejak pertemuan pertama Greenpeace setahun sebelumnya. Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah krusial yang harus diselesaikan pemerintah.

“Greenpeace memberi dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah untuk mewujudkan hutan tanpa deforestasi atau penggundulan hutan. Kami bekerja untuk meyakinkan terwujudnya perlindungan atas keanekaragaman hayati Indonesia bukan sekedar kepentingan lingkungan itu sendiri. Perlindungan keanekaragaman hayati adalah perwujudan keadilan sosial, sebab masyarakat termiskin di pedalaman adalah pihak pertama yang akan menderita saat alam binasa lantaran mereka menggantungkan hidupnya pada alam,” jelas dia.

Kapal Greenpeace, Rainbow Warrior, baru saja mengarungi perairan di Indonesia selama satu bulan dalam rangka membangkitkan kesadaran atas warisan keanekaragaman hayati Indonesia yang begitu kaya, namun penuh ancaman. Menurut Kumi, sebesar 10% hutan hujan dunia terletak di wilayah Indonesia. Bahkan 50 tahun lalu, 82% wilayah Indonesia tertutup oleh hutan dan dalam dekade terakhir jumlahnya terus menurun hingga hanya 48% wilayah Indonesia yang tertutup hutan.

Laporan dari berbagai LSM lingkungan hidup menyebutkan bahwa industrialisasi adalah penyebab utama kerusakan hutan tersebut, terutama sektor perkebunan dan sektor pertambangan. Dari sektor perkebunan terutama karena ekspansi lahan-lahan kelapa sawit dalam beberapa dekade terakhir. Sementara Presiden SBY berharap Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan Greenpeace dalam rangka pemeliharaan lingkungan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Sebagai negara yang berkembang, Indonesia tentunya butuh pembangunan ekonomi, tetapi pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan. Meskipun, kami menghadapi beberapa tantangan, namun kami yakin kami bisa melakukan kedua hal tersebut. Saya ingin mewariskan lingkungan yang bersih dan aman kepada cucu-cucu saya di kemudian hari,” kata SBY.

Indonesia, lanjut Presiden, memiliki komitmen yang tinggi untuk terus mengurangi emisi karbon, memelihara hutan, memerangi illegal logging, mengatasi kebakaran hutan, mencegah deforestasi yang tidak terkendali, melakukan moratorium pada hutan-hutan primer dan lahan gambut dan tidak kalah pentingnya adalah melakukan gerakan penanaman satu miliar pohon setiap tahunnya.

“Langkah ini adalah upaya yang nyata meskipun selalu ada tantangannya tetapi tahun demi tahun hasilnya terlihat. Saya yakin, dalam 25 hingga 30 tahun mendatang, Indonesia akan semakin hijau lingkungannya tak lepas dari hasil kerja serius pemerintah dan masyarakat sekarang dalam menjagadan memelihara lingkungan,” ungkap Presiden.[iqbal]

Related posts