Rupiah Melemah Tidak Signifikan Terhadap Indeks

NERACA

Jakarta- Pengamat pasar modal Indonesia Satrio Utomo mengatakan nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami tekanan terhadap dolar AS tidak berdampak signifikan bagi industri pasar modal domestik.\"Dampaknya kecil terhadap pasar modal karena hanya beberapa emiten saja yang mengalami dampak negatifnya, emiten yang bahan dasarnya impor kemungkinan terkena dampak seperti perusahaan Farmasi,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Dirinya menilai, saat ini volatilitas nilai tukar domestik terhadap dolar AS juga masih stabil sehingga kecemasan pelaku pasar di pasar modal tidak tinggi. Selain itu, lanjut dia, pergerakan rupiah juga masih seiring dengan mata uang di dunia seperti yen, euro, yuan yang tertekan terhadap dolar AS.\"Kalau rupiah bergerak melawan arah mata uang di kawasan Asia itu yang perlu dicermati,\" kata dia.

Satrio menambahkan, cadangan devisa Indonesia per April 2013 yang sebesar US$ 107,269 miliar juga membuat Bank Indonesia dapat lebih mudah menjaga kurs rupiah di pasar uang.

Menurut dia, pada dasarnya pelemahan rupiah didorong dari neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan defisit. Kemudian naiknya impor yang lebih besar dibandingkan ekspor membuat neraca perdagangan pada bulan April tercatat defisit, “Harga komoditas seperti batubara dan minyak sawit mentah (CPO) yang masih melemah masih menjadi penyumbang defisit neraca perdagangan Indonesia,\" kata Satrio.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengharapkan kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak dengan fluktuasi yang stabil.\"Tentu kita berharap nilai rupiah stabil, melemahnya nilai tukar domestik yang signifikan terhadap dolar AS membuat harga saham di BEI dalam dolar AS menjadi lebih murah,\" ujar dia. (ant/bani)

Related posts