Isi Liburan Anak dengan Kegiatan Berunsur Edukasi

Ujian Nasional (UN) di sekolah telah usai, laporan hasil belajar pun sudah dibagikan. Walaupun masih banyak yang tidak lulus UN, saat-saat ini adalah saat yang paling menggembirakan siswa. Contohnya saja, kepada mereka bagi para siswa yang lulus dengan nilai rata-rata UN murni tertinggi, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberi hadiah, yakni piagam penghargaan, kepastian kesempatan masuk SMA terbaik, dan beasiswa.

Namun, disisi lain, hal yang paling diidamkan dan menyenangkan siswa adalah datangnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ya, apalagi kalau bukan liburan sekolah. Liburan sekolah merupakan saat yang membahagiakan bagi anak-anak setelah disibukkan dengan rutinitas kegiatan belajar di sekolah. Untuk itu, para orang tua dituntut untuk cerdik dalam mengajak anak dalam mengisi aktifitas bermanfaat penuh unsur edukasi dalam liburan mereka. Karena pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah atau kursus, tapi juga lewat hal-hal menarik pada saat-saat liburan. Selain itu, pengalaman nyata akan lebih berkesan daripada teori di kelas.

Tentu banyak sekali kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi saat liburan. Seperti Bermain sambil belajar. Bermain merupakan hal yang disukai anak-anak. Banyak permainan sains sederhana yang dapat dilakukan bersama-sama tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang belajar.

Permainan sains sederhana yang dapat dilakukan diantaranya permainan tentang pesawat sederhana seperti permainan sulap fisika sederhana, membuat roket air, belajar keseimbangan, dan sebagainya. Semua jenis permainan itu dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana yang dapat ditemukan di rumah dan tidak berbahaya.

Orang tua juga bisa mengajak anak wisata edukasi. Berwisata tidak harus ditempat yang mahal. Banyak wisata alam murah yang dapat dijadikan alternatif mengisi liburan, diantaranya pergi ke sawah mengenalkan anak-anak tentang bagaimana para petani bercocok tanam, mengenal hewan dan tumbuhan apa saja yang ada di sawah sekalian memberikan pengalaman nyata pelajaran ekosistem.

Aktivitas lainnya yang dapat dijadikan alternatif adalah berkebun, berburu buku di toko buku atau pameran buku, mengunjungi perpustakaan, Kunjungan ke panti asuhan untuk mendidik moral anak, Kunjungan ke tempat bersejarah dan museum.

Related posts