PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 7,8 Triliun

NERACA

Jakarta— Seiring dengan pesatnya pembangunan dan realisasi proyek MP3EI, PT PP Tbk (PTPP) mendapatkan berkahnya. Pasalnya, perseroan telah memperoleh kontrak baru dalam waktu lima bulan sebesar Rp7,8 triliun.

Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Ariana mengatakan, perolehan kontrak ini meningkat 2,8 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp2,7 triliun, “Kontrak ini diperoleh dari pengerjaan pelabuhan Krakatau bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St. Moritz, The Kencana, jalan tol Cikampek-Palimanan,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/6).

Dia juga menyebutkan, proyek lain diantaranya Tunjungan Plaza V Surabaya, terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, rel kereta api di Sumatera Selatan oleh PT KAI, serta proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang 120 MW. Disamping itu, perseroan juga mendapatkan kontrak baru dari luar negeri, yaitu Gleno Road di Tibar Timor Leste sekitar Rp284 miliar. \"Adanya kontrak baru tersebut sudah 40% dari target kontran baru tahun ini sebesar Rp19,7 triliun. Sehingga dengan carry over sekitar Rp15,8 triliun, maka order book hingga Mei 2013 mencapai Rp23,6 triliun,\"ujarnya.

Lebih jauh diutarakannya, PTPP menargetkan perolehan laba bersih meningkat 20% menjadi Rp370 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pendapatan dari lima bisnis perseroan, yakni konstruksi, EPC, properti, investasi dan bisnis lainnya seperti industri.\"Kenaikan laba bersih tersebut optimis akan diperoleh mengingat peluang pasar sektor infrastruktur yang menjanjikan,”paparnya.

Program besar di sektor properti yang akan dimulai pada akhir tahun ini, yakni pengembangan mixed use di atas lahan seluas empat hektare di Surabaya serta lahan seluar 20 hektare di Jakarta dengan membidik target marketing kalangan middle up.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan dalam lima tahun kedepan bisnisnya tumbuh sebesar 24%. Namun, pihaknya belum bisa memperkirakan penguasaan secara nasional, “Untuk 5 tahun kedepan secara portofolio kami targetkan tumbuh 24% namun kalau secara nasional saya belum bisa prediksi,” kata Direktur PTPP Tumiyono.

Perseroan juga memperkirakan tumbuh 24% dikarenakan ada dua tempat pembangunan yang sedang dikerjakan perseroan yaitu di Surabaya dan Kalimalang. Di Surabaya sendiri sedang membangun hotel, apartemen, perkantoran, commercial center dan ruko. Ruko di Surabaya telah terjual habis dan apartemennya sudah 50% terjual, “Karena ruko sold out dan apartemen kita sudah 50% terjual, inilah yang menjadi sumber dana kita, dari pembeli,”kata Betty.

Sebagai informasi, kuartal pertama tahun ini perseroan membukukan kontrak baru tumbuh 176,5% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yaitu dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 4,7 triliun. Selain itu, pendapatan juga naik 79,3% dari Rp 714,8 miliar menjadi Rp 1,28 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang dari laba bersih yang tumbuh seesar 50,7% dari Rp 28,2 mmiliar menjadi Rp 42,5 miliar.

Disebutkan, aksi korporasi yang akan dilakukan untuk jangka panjang ada tiga yaitu pertumbuhan diseluruh lini bisnis, meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba dari bisnis properti, serta investasi dan yang terakhir investasi dilakukan secara prudent dengan batasan kelayakan IRR. (bani)

Related posts