ITB Buka Sub Kampus Program D1 - Cetak Tenaga Kerja Profesional

Sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus memang bukan fenomena baru di Indonesia. Pasalnya, untuk diterima di sebuah perusahaan bergengsi, kepintaran saja tidak cukup. Terlebih lagi, dijaman globalisasi sekarang ini perusahaan-perusahaan lebih membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang trampil dan berpengalaman.

Maka dari itu, ketersediaan lulusan program diploma dalam jumlah banyak sangat diperlukan. Lulusan diploma merupakan angkatan kerja yang diharapkan mendukung kinerja dan keberhasilan seluruh sektor riil. Baik sektor jasa maupun produksi, seperti keuangan, pangan, obat-obatan, dan kesehatan. Tidak hanya sebagai andalan untuk memasuki persaingan global, tetapi juga sebagai tenaga menengah yang profesional, sehingga bisa menjadi tumpuan terbesar produktivitas kerja suatu bangsa.

Berangkat dari hal tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan kerjasama kepada Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palu untuk membuka subkampus program Diploma I guna mencetak tenaga-tenaga terampil berkualifikasi ahli pratama yang siap masuk lapangan kerja. Sehingga setelah menyelesaikan program D1, para lulusan dapat memutuskan apakah akan bergabung dengan angkatan kerja atau melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan program ini, Indonesia lebih memiliki kesempatan lebih baik untuk mengakses pendidikan tinggi.

Kepala SMKN 3 Palu Triono di Palu, mengemukakan pihaknya sudah bertemu dengan pejabat Rektorat ITB di Bandung belum lama ini dan telah mencapai beberapa kesepakatan yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan segera ditandatangani. Bentuk kerja sama tersebut adalah, ITB akan membuka subkampus di SMKN 3 Palu untuk pendidikan Diploma I Teknologi Informatika jurusan Teknologi Komputer Jaringan.

\"Ini pendidikan program diploma, bukan kursus. Jadi, lulusanya nanti selain siap bekerja dengan kualifikasi ahli pratama, mereka juga bisa melanjutkan ke program D-2 atau D-3 di perguruan tinggi lain sementara D-4 bisa kembali ke ITB lagi,\" kata Triono.

Dalam implementasinya, ITB akan menjadi penanggung jawab pelaksana kurikulum berbasis pendidikan vokasi berkelanjutan (PVB) yang sebagian praktik belajarnya menggunakan sistem belajar jarak jauh. Sementara SMKN 3 akan menyiapkan sarana belajar seperti sebuah ruangan dan fasilitas belajar jarak jauh.

SMKN 3 mengaku siap untuk memenuhi permintaan ITB tersebut, karena sekolah teknik kejuruan terkemuka di Sulawesi Tengah itu sudah memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung kerja sama tersebut. Bahkan pihaknya juga memiliki beberapa tenaga pengajar lulusan program S2 dari ITB. Dalam tahap pertama, subkampus ITB di SMKN 3 Palu ini akan menerima mahasiswa untuk satu kelas yakni sekitar 35 orang. Calon mahasiswanya tidak terbatas pada lulusan SMKN 3 saja tetapi juga dari SMK bahkan SMU lainnya.

\"Kalau tidak ada aral melintang, program ini diharapkan akan dimulai pada awal tahun akademik 2013/2014,\" kata Triono.

Related posts