Deflasi DKI Jakarta 0,07%

NERACA

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mencatat, selama Mei 2013, Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,07%. Laju inflasi tahun kalender 2013 sebesar 1,64% serta laju inflasi tahun ke tahun sebesar 5,09%. Keterangan BPS Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, kemarin menyebutkan, deflasi pada Mei terutama disebabkan turunnya harga-harga pada kelompok sandang.

Tiga kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok sandang 1,54%, kelompok bahan makanan 0,82% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,08%. Sementara tiga kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,90%, kelompok kesehatan 0,12% dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03%.

Sedangkan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi cukup besar antara lain emas perhiasan 0,17%, bawang merah 0,13%, bawang putih 0,10%, tomat sayur 0,06%, bensin 0,03%, cabe rawit 0,01%, anggur 0,01%, daging ayam ras 0,01%, nangka muda 0,01% serta ikan mas 0,004%.

Pada April 2013, DKI Jakarta juga mengalami deflasi yaitu sebesar 0,24%, sementara laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2013 mencapai 1,71% dan laju inflasi tahun ke tahun 5,30%. BPS Provinsi DKI Jakarta juga mencatat nilai ekspor nonmigas melalui DKI Jakarta bulan April 2013 mencapai US$3,94 miliar atau turun 1,68% dibanding nilai ekspor bulan Maret 2013 yang mencapai US$4,01 miliar.

Namun bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2012, nilai ekspor bulan April 2013 lebih tinggi 3,29%. Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta sendiri pada April 2013 mencapai US$953,36 juta atau turun 4,83% dibanding nilai ekspor bulan Maret 2013 yang mencapai US$1 miliar, namun ini lebih tinggi 5,22% dari nilai ekspor sejenis bulan April tahun 2012.

Pada April 2013, kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta mencapai 24,17%, turun 0,80 poin dari kontribusi bulan sebelumnya yang mencapai 24,97%. Pasar utama ekspor produk DKI Jakarta untuk bulan April adalah kawasan ASEAN yaitu 36,20%, meningkat 2,19 poin dari pangsa pasar kawasan ASEAN bulan yang sama tahun 2012 yang mencapai 34,01%, juga lebih tinggi 3,51 poin dari bulan Maret 2013 yang mencapai 32,69%.

Asumsi inflasi

Badan Pusat Statistik juga memperkirakan asumsi inflasi dalam RAPBN-Perubahan 2013 sebesar 7,2% pada akhir tahun ini masih dapat tercapai bahkan mungkin lebih rendah. \"Menjelang pemilu, pemerintah akan all out untuk menjaga. Saya kira akan tercapai, malah kemungkinan bisa di bawah itu,\" ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo.

Dia mengatakan, laju inflasi akan makin meningkat pada Juli-Agustus karena memasuki masa lebaran dan tahun ajaran baru sekolah serta kemungkinan terjadinya kenaikan harga BBM Bersubsidi. Namun, menurut Sasmito, pemerintah akan menjaga volatile inflation dengan menyiagakan stok bahan pangan, terutama 20 komoditas penyumbang inflasi tertinggi, seperti yang terjadi pada April dan Mei.

\"Kalau nanti suplai sehari-hari memadai, saya kira tidak akan besar juga, sepanjang suplai kebutuhan lebaran yang pokok seperti cabai, ayam, daging sapi, telur, terigu, margarin, minyak goreng semua tersedia,\" ujarnya. BPS mencatat pada Mei 2013 terjadi deflasi sebesar 0,03%, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir atau sejak terakhir kalinya pada Mei 2004 lalu. Sebelumnya, pada April juga telah tercatat deflasi sebesar 0,1%, setelah pada Januari-Maret tercatat laju inflasi tinggi akibat terhambatnya pasokan bawang putih dan bawang merah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menyiapkan pasokan bahan komoditas sebagai upaya menstabilkan harga, seperti beras, bawang putih dan bawang merah, sehingga dalam dua bulan terakhir terjadi deflasi. Laju inflasi diperkirakan meningkat tinggi apabila kenaikan harga BBM terjadi pada pertengahan tahun, sehingga pemerintah mengubah asumsi inflasi pada APBN sebesar 4,9% menjadi 7,2%. Saat ini, laju inflasi tahun kalender Januari-Mei 2013 mencapai 2,3% dan inflasi secara tahunan (year on year/yoy) tercatat 5,47%. [ardi]

Related posts