Faktor-Faktor Gagalnya Bisnis MLM

Pada dasarnya seluruh peserta bisnis MLM memiliki mimpi untuk sukses dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Akan tetapi pada umumnya bukannya memperoleh sukses malah kehidupannya yang justru jauh lebih buruk dibandingkan sebelum bergabung di bisnis MLM.

Cerita-cerita kegagalan itulah yang akhirnya mengakibatkan citra bisnis MLM menjadi buruk di mata masyarakat. Padahal MLM hanyalah salah satu variasi dari teknik pemasaran suatu barang/jasa dari produsen ke tangan konsumen. Bahkan sebenarnya jika dibandingkan dengan sistem pemasaran konvensional sistem pemasaran melalui MLM mempunyai banyak kelebihan, antara lain menciptakan pemerataan kesempatan berusaha bagi lebih banyak orang dibanding sistem konvensional yang hanya menguntungkan beberapa gelintir orang yang mempunyai modal besar saja.

Jika saja anda tahu seluk beluk MLM secara lebih mendalam, anda akan tahu cara menghindari kegagalan yang dialami banyak orang dan sebaliknya anda justru akan bisa memetik kesuksesan di bisnis MLM ini. Sehingga anda akan setuju bahwa bisnis MLM bukanlah suatu sistem pemasaran yang mempunyai citra negatif.

Di sini akan dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam menjalankan bisnis MLM dan sekaligus tips bagaimana memilih sebuah perusahaan MLM yang benar.

Pada umumnya kebanyakan bisnis MLM menawarkan berbagai janji bagi calon anggotanya. Janji dan iming-iming kemewahan inilah yang pada tahap awal dilakukan untuk mempengaruhi anggota baru dan calon anggota, seolah-olah semua kemewahan tersebut akan sangat cepat dan mudah untuk diperoleh. Padahal pada kenyataannya semua kemewahan tersebut adalah hasil akhir yang untuk memperolehnya harus melalui proses yang lama dan melelahkan

Berikut adalah contoh iming-iming atau motivasi yang umumnya diberikan oleh perusahaan MLM kepada calon anggotanya. Pada awalnya hal-hal tersebut tampak sangat menjanjikan dan mudah untuk dicapai, namun seiring waktu apa yang tampaknya mudah tersebut ternyata sulit untuk dilaksanakan.

Sistem Peringkat

Hampir di semua perusahaan MLM memiliki sistem peringkat, dimana semakin tinggi peringkat seorang anggota akan semakin besar persentasi bonus yang akan diperoleh dari total omzet anggota bersangkutan. Kelihatannya peringkat tersebut akan sangat menguntungkan seorang anggota akan tetapi jika kita simak lebih mendalam sebenarnya peringkat tersebut adalah kerugian bagi anggota dengan memperhatikan syarat kenaikan peringkat di perusahaan MLM misalnya:

Memiliki minimal dua grup dibawahnya sama peringkatnya dengan anggota bersangkutan. Memiliki total nilai poin tertentu sesuai dengan yang telah disyaratkan minimal dua grup dibawahnya. Memiliki total nilai poin grup lain selain dua grup utama yang disebut dengan side volume. Melakukan tutup poin sesuai dengan yang telah disyaratkan.

Related posts