NAB Reksa Dana Capai Rp 195,7 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana year to date (ytd) naik Rp 12,91 triliun menjadi Rp 195,7 triliun hingga akhir Mei 2013 dari sebelumnya Rp 182,8 triliun di akhir Desember 2012. Informasi tersebut berdasarkan data dari OJK di Jakarta kemarin.

Disebutkan, meningkatnya NAB dipengaruhi oleh pertumbuhan IHSG (indeks harga saham gabungan) tahun ini. Meskipun, dari sisi jumlah unit penyertaan (UP) reksa dana, justru terdapat penurunan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah UP reksa dana tercatat sebanyak 112,6 miliar unit, turun 663,32 juta unit, dari sebelumnya sebanyak 113,26 miliar unit.

Sementara berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), secara ytd, IHSG tumbuh 17,42% dari level 4.316,69 di 28 Desember 2012 ke level 5.068,83 di 31 Mei 2013. Per Mei 2013, secara komposisi, NAB terbesar bersumber dari reksa dana saham mencapai Rp 78,38 triliun atau 40,23%. Pencetak NAB terbesar kedua dan ketiga dari reksa dana terproteksi dan pendapatan tetap (fixed income) masing-masing sebesar Rp 36,77 triliun atau 18,87% dan Rp 31,89 triliun atau 16,37%.

Sisanya dari reksa dana campuran dan pasar uang sebesar Rp 23,91 triliun atau 12,27% dan pasar uang Rp 13,5 triliun atau 6,93% dari total NAB reksa dana. Selebihnya sekitar 5,33% merupakan kombinasi reksa dana syariah, indeks dan ETF. (bani)

Related posts