Mandiri Kelola Pembayaran 1.000 Jaringan Anak Usaha - Gandeng Anak Usaha Metrodata

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk mengaplikasikan Supply Chain Management (SCM) untuk sekitar 1.000 jaringan pemasaran (distributor) perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), anak perusahaan PT Metrodata Electronics, Tbk untuk mendukung pengembangan usaha. Penandatanganan perjanjian kerja sama fasilitas perbankan tersebut dilakukan oleh Senior Vice President Jakarta Commercial Sales Bank Mandiri, Winarsih Budiriani dan Direktur Utama SMI, Agus Honggo Widodo di Jakarta, Selasa (4/6).

Melalui kerja sama ini, Mandiri akan menerbitkan trust receipt atas seluruh pedagang perantara yang akan digunakan untuk pembayaran invoice kepada SMI saat jatuh tempo. Adapun, fasilitas ini hanya diberikan kepada pedagang perantara yang direkomendasikan oleh SMI dengan masa pembiayaan selama 12 bulan. Winarsih mengatakan, dengan jumlah jaringan pemasaran yang luas hingga ke seluruh pelosok Indonesia, kerjasama ini sangat positif untuk mendukung pengelolaan likuiditas dan mengoptimalkan eksekusi rencana bisnis SMI.

”Selain sebagai bentuk realisasi fokus bisnis Bank Mandiri di segment wholesale transactions, kerjasama ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan non-bunga (fee-based income) Bank Mandiri,” kata Winarsih. Saat ini, SMI tercatat sebagai salah satu market leader dalam bisnis distributor perangkat TIK dengan jaringan pemasaran yang meliputi sekitar 1.000 master dealer dan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, SMI juga bermitra dengan mitra bisnis TI kelas dunia, antara lain HP, Lenovo, ASUS, Oracle, Dell dan Microsoft.

Menurut Winarsih lagi, layanan penjaminan atas pembayaran invoice oleh mitra atau distributor financing tersebut merupakan salah satu bentuk layanan Mandiri Cash Management yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk meningkatkan efisiensi likuiditas perusahaan. Hingga Maret 2013, Mandiri telah menyediakan layanan pengelolaan kas (cash management) bagi lebih dari 12.112 perusahaan. Pada periode tersebut, jumlah transaksi Mandiri Cash Management mencapai lima juta transaksi, naik 80% year on year atau yoy, dengan volume transaksi Rp487,8 triliun, atau tumbuh 55% yoy.

Sementara pendapatan non bunga atau fee based income Mandiri pada periode yang sama tercatat sebesar Rp3,3 triliun, tumbuh 19,4 % dari Maret 2012 yang sebesar Rp2,7 triliun. Direktur Utama SMI Agus Honggo Widodo mengatakan, ”Kami sangat bangga dapat bermitra dengan Bank Mandiri yang telah menyediakan fasilitas Distributor Financing guna mempermudah transaksi bagi mitra bisnis kami yang tersebar di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai perusahaan distribusi yang berkembang pesat, tentu saja pihaknya sangat menyadari pentingnya meningkatkan fasilitas pembayaran bagi mitra bisnis perseroan. Selain melakukan diversifikasi produk, SMI juga menambah kerja sama dari sisi perbankan. ”Kami berharap dari kemitraan ini dapat memberikan manfaat bersama,” tutup dia. [ardi]

Related posts