Akuisisi Lahan, Electronic City Lepas 333,33 Juta Saham - Pendanaan Lewat IPO

NERACA

Jakarta- PT Electronic City Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak di usaha perdagangan ritel produk elektronik akan melepas 333,33 juta saham atau sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100 dalam pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (4/6). Disebutkan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran perdana saham ini antara lain digunakan untuk melunasi pinjaman sekitar 10% kepada Bank CIMB Niaga dan Bank Victoria. Selain itu, perseroan juga akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan toko, termasuk akuisisi lahan sekitar 85%, dan sisanya digunakan untuk modal kerja.

Dalam penawaran saham perdana ini, perseroan juga akan melaksanakan program employee stock allocation (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan. Perseroan juga menawarkan saham untuk MSOP sebanyak-banyaknya sebesar 1%. Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas.

Masa penawaran awal untuk pelepasan saham perdana perseroan dijadwalkan akan dilakukan pada 5-14 Juni 2013, tanggal efektif 21 Juni 2013, masa penawaran pada 25-27 Juni 2013, penjatahan pada 1 Juli 2013, distribusi pada 2 Juli 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Juli 2013.

Laba Bersih Rp 125 Miliar

Terkait kinerja perseroan, hingga akhir tahun 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp125 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp25,20 miliar. Pendapatan tercatat menjadi Rp1,43 triliun pada 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,16 triliun.

Adapun liabilitas perseroan mencapai Rp242,97 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp207,66 miliar. Aset perseroan mencapai Rp468,63 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp255,61 miliar. Sementara kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp86,15 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp94,28 miliar.

Selain Electronic City, salah satu perusahaan yang akan melakukan penawaran saham umum perdananya, yaitu PT Semen Baturaja, salah satu preusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan akan melepas 2,33 miliar lembar saham dengan kisaran harga Rp500-685 per lembar saham.

Pelepasan saham tersebut juga termasuk 19,16 juta saham atau 0,82% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan untuk program employee stock allocation (ESA) dan sebanyak-banyaknya 162.321.500 saham atau 1,65% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan melepas saham ke publik, perseroan optimistis dapat mengantongi dana mencapai Rp1,6 triliun. Perseroan akan menggunakan seluruh dana dari hasil IPO untuk pembangunan pabrik semen. Komposisinya, yaitu sekitar 25% untuk pengadaan dan pengembangan lahan, 70% untuk pembelian mesin dan peralatan utama, dan 5% untuk peralatan elektronik, otomasi, engineering, dan desain.

Jadwal penawaran awal (bookbuilding) perseroan dimulai pada 29 Mei hingga 7 Juni dengan perkiraan pernyataan efektif pada 18 Juni. Diharapkan, penawaran umum dilakukan pada 20-24 Juni dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2013. (lia)

Related posts