60% Penderita Jantung Meninggal Saat Tidur

Penyakit jantung adalah penyakit yang di takutkan setiap orang, ini dikarenakan penyakit jantung tak kenal usia dari orang dewasa sampai anak-anak. Namun yang harus diwaspadai bagi penderita penyakit jantung, adalah serangan jantung saat tertidur.

“Ini dikarenan sekitar 60% penderita jantung mengalami serangan saat tidur sehingga ada kemungkinan tidak ada kesakitan pada dada ketika serangan jantung terjadi, tetapi yang didapati adalah dia sudah tidak terbangun lagi,” tuturnya Ronald Winardi Kartika,Sp.BTKV.

Biasanya ketika terjadi serangan jantung terjadi gejala rasa sakit dapat dirasakan dengan jelas, sedangkan pada penderita yang mengalami serangan jantung karena dalam keadaan tidur, gejala kesakitan tidak terlihat pada penderita yang mengalami serangan jantung saat tidur, tetapi tiba-tiba saat terbangun penderita sudah tidak dapat menggerakan tubuhnya akibat serangan stroke atau penderita meninggal saat tidur.

Penyakit jantung masih menjadi pembunuh manusia nomor satu di Indonesia bahkan di dunia. Data terakhir dari WHO menyebutkan 60% dari seluruh kematian adalah akibat penyakit jantung.

Berdasarkan fakta tersebut, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat awam, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Rumah Sakit Premier Jatinegara yang merupakan mitra PERKI, turut berpartisipasi dalam event ini, dengan menyelenggarakan seminar awam yang bertajuk penyakit jantung bisa diobati.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial rumah sakit yang berakreditasi JCI (Joint Commision International), RS Premier Jatinegara merasa perlu berbagi informasi bahwa penyakit jantung bisa diobati. Penyakit jantung merupakan kasus yang terbesar selain gagal jantung, yang menyebabkan pasien dirawat di rumah sakit.

Ada berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian manapun dari jantung, antara lain penyakit jantung karena bawaan lahir misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Penyebab jantung koroner ini disebabkan adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi dan kolestorol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan darah.

Terkait hal tersebut, Dr. Muhammad Zaini, Sp.JP(K).FIHA sebagai Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Premier Jatinegara mengatakan, “Resiko penyakit jantung koroner bisa dihindari dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, mengurangi atau bahkan berhenti sama sekali dari merokok dan minum kopi terlalu sering serta berolahraga secara teratur,” tuturnya.

Related posts