Kenaikan Suku Bunga, CIMB Niaga Ikut Aturan BI - Kinerja Kuartal Pertama Positif

NERACA

Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk, Daniel James Rompas, mengaku kalau pihaknya mengikuti arahan Bank Indonesia (BI) terkait kenaikan suku bunga sebagai respon industri perbankan atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Kita tergantung pada suku bunga acuan (BI Rate) saja. Karena kedepannya kita belum tahu akan seperti apa,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/6). Lalu lebih lanjut James mengatakan, saat ini suku bunga perseroan masih tetap. Namun demikian, bila suku bunga turun maka cost juga meningkat.

Oleh karena itu, perseroan ingin mendorong ke arah sana supaya tercipta efisiensi cost. Pernyataan CIMB Niaga ini sebelumnya diucapkan PT Bank Mega Tbk, di mana mereka juga mengaku belum ingin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. “Saat ini kami belum (mau) melakukannya (menaikkan suku bunga). Kami masih menunggu keputusan suku bunga acuan dari BI (BI Rate) bulan depan,” ungkap Kostaman Thayib, Direktur Utama Bank Mega di Jakarta, pekan lalu.

Saat ini, lanjut dia, tingkat bunga bervariasi dan tergantung dari jumlah serta produk. Dia juga mengatakan, bila Pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi, maka inflasi 2013 diperkirakan akan meningkat hingga tujuh persen. Dengan meningkatnya inflasi ini, Kostaman memprediksi BI Rate bakal ikut naik. Selain itu, James Rompas juga mengatakan, pada kuartal I 2013, CIMB Niaga berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi belum diaudit (unaudited) sebesar Rp1,05 triliun. Hal ini meningkat sebanyak 12% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Sementara pertumbuhan laba bersih tersebut menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp41,94 per lembar, meningkat dari kuartal I 2012 yang hanya Rp37,26 per lembar.

“Berkat pertumbuhan laba bersih ini, CIMB Niaga berhasil menjadi bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset,” papar James. Total aset CIMB Niaga sebesar Rp217,46 triliun, tumbuh 26% dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya yang senilai Rp172,68 triliun. Dari sisi kredit, CIMB Niaga telah menyalurkan total kredit gross sebesar Rp147,06 triliun, tumbuh 13% dari posisi yang sama di 2012 senilai Rp129,83 triliun. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp167,32 triliun, tumbuh 26% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp133,23 triliun.

Peningkatan ini, lanjut James, didukung oleh pertumbuhan CASA (current account savings account) sebesar 31% menjadi Rp77,73 triliun. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL)gross CIMB Niaga per 31 Maret 2013 tercatat sebesar 2,41%, mengalami penurunan sebesar 28 basis poin (bps) dibandingkan kuartal I 2012 sebesar 2,69%.

Sementara sisi inovasi produk dan layanan, CIMB Niaga meluncurkan inovasi terbaru layanan perbankan di Indonesia, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan hanya dengan menggunakan nomor ponsel. Melalui layanan yang dinamakan “Rekening Ponsel” ini masyarakat dapat melakukan sejumlah transaksi perbankan seperti transfer dana gratis keseluruh nomor ponsel di Indonesia, membeli pulsa ponsel prabayar, pembayaran tagihan, hingga menarik tunai tanpa menggunakan kartu ATM.

Selain Rekening Ponsel, belum lama ini CIMB Niaga telah meluncurkan inovasi terbaru dalam layanan branchless banking atau cabang bank tanpa fisik, yaitu digital lounge. Dilengkapi dengan teknologi terkini, tersedia sejumlah fasilitas dan layanan perbankan, dari mesin ATM model terbaru, mesin setor tunai, hingga layanan video banking agent/petugas bank secara live yang akan membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankannya. [sylke]

Related posts