Pemerintah Dukung IPO Kawasan Berikat Nusantara - Targetkan Listing Tahun 2015

NERACA

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, mendukung rencana PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang akan melakukan IPO pada 2015. “KBN IPO saya setuju, kan rencananya besar, dan itu masuk akal,\" katanya di Jakarta, Senin (3/6).

Menurutnya, rencana IPO KBN dinilai tepat karena mempunyai rencana besar dalam program proyek pembangunan KBN. Disebutkan, KBN membidik dana hasil IPO sebesar Rp17,7 triliun. Sebelumnya, Direktur Utama KBN Sattar Taba mengungkapkan, pihaknya menargetkan dapat merealisasikan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 2015, “IPO KBN kita harapkan pada 2015 dengan penjamin emisi yaitu PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas,”ujarnya.

Menurut Sattar, kajian IPO sudah mulai dilakukan sejak 2013 dan akan rampung pada 2014, sehingga 2015 diharapkan KBN sudah menjadi perusahaan publik. Dijelaskan, kajian IPO meliputi pemenuhan berbagai aspek seperti penunjukan penasehat hukum, penasehat keuangan, termasuk perizinan dari pemegang saham.

Namun demikian, Sattar tidak menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas kepada publik, termasuk nilai IPO yang akan diraih dari aksi korporasi yang dimaksud, “Belum bisa kami ungkapkan persentasenya dan nilai IPO, karena harus mendapat persetujuan dari kuasa pemegang saham, yaitu Kementerian BUMN,”tegasnya.

Dirinya hanya menjelaskan, dana hasil IPO akan digunakan untuk keperluan ekspansi bisnis KBN, seperti pembangunan rusunami, pengembangan gudang tertutup dan terbuka, termasuk untuk reklamasi pantai sepanjang 500 meter di kawasan pergudangan KBN di Marunda.

Hingga 2017, setidaknya KBN membutuhkan dana investasi sekitar Rp10,7 triliun yang diharapkan dapat didanai dari internal perusahaan, IPO dan pinjaman perbankan. \"Pada tahap awal kita memilih IPO karena merupakan sumber dana murah, ketimbang sumber pembiyaan lainnya,\" ujarnya.

Secara prinsip IPO optimistis dapat direalisasikan karena KBN memiliki prospek bisnis yang bagus ke depan, sekaligus IPO dapat dijadikan sebagai ajang penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan benar (good corporate governance/GCG). Tahun ini, KBN menargetkan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun dengan laba bersih sekitar Rp200 miliar.

Asal tahu saja, belum lama ini ada PT Semen Baturaja Tbk sebagai perusahaan BUMN yang telah melakukan penawaran saham perdana dan diharapkan masih banyak lagi BUMN melakukan IPO.

Bagi Direktur Pengaturan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Retno Ici, tidak sulit jika perusahaan BUMN ingin melakukan IPO, “Aturan tidak ada yang sulit, sama saja. Tapi kalau dari sisi BUMN memang harus mendapatkan persetujuan dari DPR dulu,”tuturnya.

Tercatat dari 141 BUMN, saat ini baru 18 perusahaan yang berhasil masuk daftar di BEI. Rencananya, untuk mendorong IPO BUMN, lanjutnya, pihak OJK bersama Kementerian BUMN akan melakukan pertemuan untuk hal ini. (bani)

Related posts