Regulasi Mobil Murah Diharapkan Keluar Juni - Pembahasan Paket Kebijakan LCGC Masuki Tahap Akhir

NERACA

Jakarta - Pemerintah tengah menyelesaikan tahapan akhir paket kebijakan tentang mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC) dan diharapkan dapat dikeluarkan dalam waktu dekat. \"Diharapkan bulan Juni 2013 ini sudah bisa dikeluarkan,\" kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi usai Rapat Kerja Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (3/6).

Budi mengatakan meskipun Peraturan Menteri Perindustrian tersebut masih dalam proses pembahasan, namun beberapa produsen otomotif sudah siap memproduksi mobil murah ramah lingkungan tersebut.\"Bahkan sudah ada yang melakukan pre-test, Toyota dan Daihatsu sudah siap, sementara Honda, Suzuki, dan Nissan sudah menyatakan berminat untuk memproduksi LCGC ini,\" ujar Budi.

Menurut Budi, jika nantinya mobil murah ramah lingkungan tersebut diproduksi, diharapkan tidak hanya menyasar pasar dalam negeri saja. \"LCGC tidak hanya untuk dalam negeri saja, tapi diharapkan juga untuk ekspor, diharapkan yang diekspor nantinya diatas 10 %,\" ujar Budi.

Berbagai pihak telah menantikan terbitnya paket aturan LCGC yang terdiri dari Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Perindustrian. Bahkan, para produsen kendaraan roda empat tersebut telah menantikan paket kebijakan tersebut sejak November 2012 silam.

Sementara pada perkembangannya, pemerintah tengah melakukan revisi pada Peraturan Menteri Perindustrian terkait masalah redaksional saja. Terkait dengan rencana pemerintah tersebut, Grup Toyota bersama PT Astra Internasional telah memperkenalkan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla sebagai mobil murah dan ramah lingkungan pada September 2012.

Berita terakhir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Proyek Mobil Beremisi Rendah (LECP).\"Sudah diteken Presiden kemarin,\" jelas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor.

Sumber Kementerian Perindustrian yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan pada KompasOtomotif kalau PP sudah ditandatangani Presiden SBY. Bila PP LCEP sudah terbit, berarti turunannya, yakni mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) juga juga sudah bisa dijalankan.

PP ini juga mengatur insentif khusus bagi mobil ramah lingkungan seperti hibrida, listrik, teknologi mesin bensin atau diesel turbo dan gas akan mendapatkan insentif khusus, yaitu pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM). Dengan catatan, mobil dirakit di Indonesia dan memenuhi standar minimum kandungan lokal yang telah ditentukan.

Budi menjelaskan, insentif pengurangan PPnBM dibagi menjadi tiga. \"Pajak diturunkan dalam tiga kelompok, yaitu 100, 50 dan 25 persen dari regulasi sebelumnya. Untuk LCGC diusulkan mendapatkan pembebasan PPnBM,\" beber Budi, belum lama ini.

Usulan dari Kementerian Perindustrian Nomor 262/M-IND/6/2012 kepada Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, pada 27 Juni 2012, tercantum, setiap produsen wajib merakit kendaraannya di Indonesia dan kandungan lokal sampai 40 % secara bertahap dalam empat tahun.

Juga disebutkan, kalau konsumsi BBM ditetapkan minimum 20 kpl untuk kendaraan mesin bensin diesel dengan teknologi canggih, berbahan bakar bensin dan dan gas (dilengkapi dengan konverter CNG/LGV) dan bahan bakar nabati (biofuel). Untuk mobil hibrida, listrik dan gas ditetapkan, minimum konsumsi BBM 28 kpl atau sama.

Sedangkan standar emisi, Euro2, menggunakan bahan bakar non-subsidi (Pertamax dan Pertamina Dex) yang menghasilkan karbondioksida 150 gram/km.

Setia Menunggu

Sementara itu Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR menyatakan, pihaknya masih setia menunggu regulasi tersebut dikeluarkan Pemerintah. Seperti diketahui Daihatsu memang menjadi salah satu pabrikan yang siap dengan LCGC dengan Astra Daihatsu Ayla.\"Kami masih setia menunggu draft regulasi nya dikeluarkan Pemerintah,\" ungkap Sudirman MR.

Lebih lanjut Sudirman MR mengatakan, yang membuat peraturan ini lama dikeluarkan oleh pemerintah adalah masalah insentif yang diberikan. Insentif ini mengenai pengurangan pajak barang mewah.\"Yang kami masih tunggu adalah insentif dari Pemerintah, insentif pengurangan pajak barang mewah dari 10% hingga menjadi nol persen,\" tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gaikindo ini.

Bagi para konsumen yang sudah melakukan pemesanan terhadap Daihatsu Ayla, pihak Daihatsu merelokasikan pemesanan konsumen ke varian lain seperti Sirion dan Xenia. Ini dimaksudkan agar konsumen tidak menunggu terlalu lama.

Related posts