Pemerintah Bantah Lobi RAPBN-P 2013 - Pertemuan dengan Pimpinan DPR

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, membantah jika pertemuan dirinya bersama Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana dengan jajaran pimpinan DPR untuk melobi agar menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013. Dia mengaku kalau pertemuan Pemerintah dengan DPR hanya pertemuan informal biasa sekaligus memperkenalkan Chatib Basri sebagai menteri keuangan baru.

”Pertemuan ini sifatnya informal dan biasa saja. Sejak (Chatib Basri) dilantik kan baru kali ini kita perkenalkan ke para pimpinan DPR,\\\" ungkap Hatta di gedung DPR, Jakarta, Senin (3/6). Dengan adanya pertemuan dua lembaga negara itu, maka rapat lanjutan pembahasan RAPBN-P 2013 antara Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. “Kita bertekad selesaikan (RAPBN-P 2013). Selain itu, RAPBN 2014 juga siap dibahas. Sekali lagi saya katakan, ini hanya pertemuan informal biasa dan tidak ada penolakan kenaikan harga BBM. Karena nantinya DPR juga yang akan memutuskan dalam sidang paripurna,” tambah Hatta.

Terkait kenaikan harga BBM Bersubsidi, Hatta pun menegaskan kenaikannya bakal terealisasikan pada 15 Juni 2013 mendatang. Apabila terjadi kemunduran penentuan, Hatta menjamin paling lambat kepastian harga BBM naik dua hari kemudian, atau 17 Juni 2013. Dia pun optimistis bila rancangan anggaran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak akan ditolak oleh DPR. Menurut Hatta, sebagian besar anggota DPR sudah menyetujui rancangan anggaran BLSM tersebut. \\\"Saya tidak pernah berpikiran itu akan ditolak. Bahwa ada pembahasan-pembahasan yang mencapai titik kesamaan bisa saja terjadi,\\\" jelasnya.

Tergantung pemerintah

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPR Marzuki Alie mengungkapkan hal yang senada dengan Hatta, di mana menurut dia tidak ada agenda khusus dalam pertemuan para menteri dengan pimpinan DPR. Dia melanjutkan, para pimpinan DPR hanya ingin mengetahui perkembangan pembahasan RAPBN-P dari sisi Pemerintah. \\\"Tidak ada pembahasan khusus. Saya belum kenalan dengan Menkeu yang baru,\\\" klaim Marzuki Alie. Sedangkan Menteri Keuangan Chatib Basri, juga mengatakan bahwa dirinya secara formal memang belum diperkenalkan dengan pimpinan DPR. Selain berkenalan, pertemuan ini digelar sambil berkoordinasi soal pembahasan RAPBN-P tersebut.

Dia pun menegaskan, atas kedatangannya ke DPR ini tidak terkait dengan persetujuan kenaikan harga BBM. Menurut Chatib, Pemerintah menggelar rapat konsultasi lantaran ada beberapa perubahan asumsi makro dan pemotongan anggaran sejumlah kementerian dan lembaga dari APBN 2013. \\\"Kemudian ada program-program pemotongan kementerian dan lembaga. Kalau pemotongan hal itu tidak bisa sendiri,\\\" tuturnya. Sementara Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar berharap, koordinasi yang baik antara Pemerintah dan DPR bisa mempermulus pembahasan RAPBN-P sehingga selesai dengan baik dan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit, meyakini pembahasan RAPBN-P 2013 dapat diselesaikan pada 17 Juni 2013 nanti. \\\"Target penyelesaian pembahasan RAPBN-P 2013 sebelum tanggal 17 Juni. Itu optimis bisa diselesaikan,” kata dia, seraya menjamin. Namun demikian, Ahmadi menyebut kalau keputusan tersebut masih tergantung dari pihak Pemerintah. Dia beralasan meski pengambilan keputusan dilangsungkan di Banggar, tetapi pembahasannya masih harus dilakukan oleh kedua belah pihak.

Atas kabar adanya lobi-lobi yang dilakukan pihak Pemerintah akan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga dibantah olehWakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharam. Dia menegaskan dalam pertemuan tersebut tidak terjadi kesepakatan politik. Perdebatan mengenai kenaikan harga BBM Bersubsidi terjadi di Banggar dan Komisi XI DPR, dan bukan dalam rapat konsultasi. \\\"Ya, cuma itu (Pemerintah) minta on time saja pembahasan RAPBNP 2013 agar selesai tanggal 17 Juni nanti,” pungkas Ecky. [mohar]

Related posts