Rolls-Royce Berencana Bangun Pabrik di Indonesia

NERACA

Jakarta - Perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce sudah menyatakan minatnya untuk membangun pabriknya di Indonesia. Namun, pabrik yang dibangun bukan untuk suku cadang mobil tetapi untuk suku cadang pesawat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri mengatakan, perusahaan yang terkenal dengan produk mobil mewahnya itu tidak membangun pabrik mobil di Indonesia. \"Dia (Rolls Royce) terutama sekarang mau buat engine di pesawat terbang, rencananya itu. Saya belum bisa bilang itu. Karena baru express interest,\" ujar Chatib di Jakarta, akhir pekan lalu.

Chatib menuturkan, meningkatnya perkembangan industri pesawat terbang di Indonesia, menjadi salah satu pertimbangan dan daya tarik bagi Rolls Royce. \"Khususnya untuk sparepart engine dan macam-macam. Potensi investasinya saya belum tahu,\" katanya.

Sementara itu,Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengaku telah bertemu dengan Presiden Direktur Rolls Royce Indonesia Adrian Short.

Rolls Royce mengemukakan dua persyaratan kepada pemerintah. Pertama, terkait dengan kepastian hukum serta birokrasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar seperti Rolls-Royce, kata Armida, membutuhkan kepastian hukum di negara tujuan investasi. Terlebih jangka waktu investasi yang cukup panjang. Syarat kedua adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Beberapa hari lalu, Armida mengatakan perusahaan mobil mewah dan pembuat mesin pesawat terbang asal Inggris Rolls- Royce menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Armida mengatakan perusahaan ini masih dalam tahap penjajakan. Menurutnya Rolls-Royce mempunyai ketertarikan untuk membangun pabrik pengolahan di Indonesia.

\"Tadi pagi, saya bertemu dengan Presiden Direktur Rolls Royce Adrian Short, dia mengatakan Indonesia adalah market yang besar sehingga perusahaan ini tertarik investasi di Indonesia,\" ujar dia.

Armida mengatakan bahwa Adrian mengajukan dua persyaratan dan permintaan kepada pemerintah Indonesia. Menurut dia syarat pertama yang diminta Andrian adalah Indonesia harus mempunyai kejelasan mengenai peraturan dan birokrasi atau certainty rules.

Dia menjelaskan perusahaan perusahaan besar seperti Rolls-Royce pasti membutuhkan peraturan yang mendukung iklim usaha mereka maka dari itu kejelasan mengenai peraturan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki pemerintah Indonesia.

Armida menambahkan syarat kedua yang diminta Rolls-Royce adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang andal. Menurut dia faktor SDM ini merupakan hal yang menjadi pertimbangan perusahaan Inggris ini dalam berinvestasi di Indonesia karena dengan kualitas SDM akan mendorong meningkatnya industri pengolahan. \"Adrian minta kualitas SDM kita harus hebat, apalagi yang bisa menguasai permesinan,\" ujar dia.

Dia mengatakan pemerintah mencoba untuk merealisasikan permintaan Rolls- Royce ini, diakuinya jika pemerintah sudah memenuhi permintaan mereka maka Rolls-Royce berkomitmen untuk investasi dalam jangka panjang.

Related posts