Genjot Produksi, Semen Indonesia Agresif Bangun Pabrik Baru - Bidik Ekspor Ke Myanmar

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksinya dari 13 juta ton menjadi 14 juta ton hingga akhir tahun, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) bakal menambah satu mesin penggilangan pabrik di Tuban.

Kepala Departemen Teknik, PT Semen Indonesia Tbk, Prasetyo Utomo mengatakan, mesin tersebut berasal dari Jerman. Saat ini perseroan memiliki empat mesin dalam memproduksi semen, “Dengan adanya penambahan satu mesin baru, diharapkan dapat menambah kapasitas dan minggu depan mesinnya sudah bisa beroperasi,\" katanya, di di Tuban Jawa Timur akhir pekan kemarin.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan dana sebesar Rp 7 triliun untuk pembangunan dua pabrk baru di Sumatera Barat dan Jawa Tengah. Rencananya, kedua pabrik tersebut dapat dirampungkan pada tahun 2016.

Menurut Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soetjipto, rencana pembangunan kedua pabrik tersebut akan menjadi agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada 2014, “Lokasi pabrik tersebut di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung yang merupakan proyek Indarung IV di Sumatera Barat, pembahasannya sudah dilakukan. Hasil kajiannya akan diajukan saat RUPS nanti 2014, supaya proses pembangunan pabrik dapat dikerjakan secepatnya,\" ujarnya.

Bangun Pembangkit

Rencananya, dana untuk pembangunan kedua pabrik tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan dengan komposisi 60% dari internal dan sisanya 40% dari pinjaman bank pemerintah.

Disamping itu, perseroan juga bakal membangun pembangkit listrik Boiler Turbine Generator (BTG) II dengan kapasitas 2 x 35 megawatt. Pembangkit tersebut sudah dapat berproduksi meski baru 50 hingga 60 persen.

Kata Dwi Soetjipto, pembangunan pembangkit listrik yang berlokasi di Pelabuhan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep akan digunakan untuk mendukung proses produksi pabrik semen anak usahanya yaitu PT Semen Tonasa, “Kami sedang menyelesaikan tahap ujicoba, satu pembangkit lagi selesai Juni, diharapkan Juli sudah bisa secara komersial,\" katanya.

Perseroan menyiapkan dana investasi sebesar US$ 123 juta untuk pembangunan pembangkit listrik BTG 2. Salah satu pembangkitt tersebut pada 30 Mei 2013 sudah mulai beroperasi. Saat ini perseroan sudah memiliki pembangkit listrik BTG 1 dengan kapasitas 2X25 megawatt. Dengan pembangunan tersebut maka kebutuhan listrik di pabrik pun dapat terpenuhi dan dapat mengurangi jasa PLN.

Sementara untuk pabrik di Tuban, perseroan membutuhkan 7.000 ton batu bara dalam menunjang produksi semen berbagai kalori baik yang berkalori tinggi maupun berkalori rendah. Selama ini, kebutuhan batu bara masih disuplai beberapa perusahaan dan salah satunya PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Gandeng Myanmar

Selanjutnya, perseroan juga tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan asal Myanmar untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan sekaligus memperluas jaringan penjualan semen nasional di kancah internasional.

Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto mengungkapkan, saat ini tak kurang dari tiga calon rekanan lokal di Myanmar sedang dijajaki perseroan dalam mendukung langkah tersebut.“Di Myanmar sudah ada tiga calon rekanan lokal yang sedang kita pelajari. Opsinya apa yang lebih baik bagi Semen Indonesia,”jelasnya.

Menurutnya, ekspansi yang akan dilakukan bukan hanya dalam bentuk investasi, namun lebih kepada kepemilikan pabrik untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi semen secara langsung terhadap perseroan.

Dengan ekspansi di Myanmar tersebut, Dwi mengasumsikan dapat berkontribusi pada produksi semen perseroan hingga 1 juta ton per tahun. Untuk standar kualitasnya sendiri, Dwi menjamin bahwa semen yang dihasilkan di Myanmar sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan perseroan. (bani)

Related posts