Bangun Pabrik, Pan Brother Investasi US$ 35 Juta

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan produksinya, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyiapkan anggaran US$30 -35 juta untuk pembangunan empat pabrik garmen di dua wilayah Pulau Jawa.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto mengatakan, pembangunan pabrik tersebut untuk menambah kapasitas produksi perseroan. Saat ini kapasitas produksi mencapai 42 juta potong pakaian per tahun, dengan penambahan di pabrik baru nanti sekitar 12-15 juta potong pakaian, “Untuk pabrik baru kami siapkan dana mencapai US$35 juta, akan dibangun di dua wilayah di Pulau Jawa, karena di Jabodetabek biaya UMRnya tinggi. Ditargetkan Juli 2013 groundbreaking dengan masa pengerjaan 4 bulan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dana pembangunan pabrik tersebut berasal dari kas internal perseroan serta sindikasi loan perbankan melalui kredit investasi bank sebesar US$15 juta. \"Sindikasi perbankan tersebut berasal dari 22 bank yang dipimpin UOB, ANZ dan HSBC dengan revolving US$165 juta,\" katanya.

Sementara untuk luas pabrik per unitnya seluas 2,5 hektare (ha) untuk tanah dan bangunan 1 ha. Empat pabrik kapasitasnya 120 line dengan satu line mencapai 55-60 mesin, per pabrik memiliki 30 mesin, produksinya berjenis polo dan shirt polos. Selain itu, perseroan juga tengah menjajal bisnis ritel baru dengan meluncurkan merek sendiri (house brand), Zoe, “Soft launchingnya akan berlangsung pada Juni nanti, merknya Zoe,”kata Anne Patricia Sutanto.

Anne menambahkan, produk ini akan diproduksi lewat perusahaan patungan (joint venture) yang dibentuk PBRX. Sebanyak 70% kepemilikan saham perusahaan ini dikuasai oleh PBRX, sementara 30% dipegang oleh partner PBRX yang tidak disebutkan namanya.

Pada 2014 mendatang, perseroan akan menjual Zoe lewat butik - butik miliknya sendiri. Tapi untuk tahap awal, Zoe bakal dipasarkan secara shop in shop atau mendopleng pada departement store. Hal ini dinilai cara yang paling efisien mengingat produk ini masih baru.\"Kalau butik, kita butuh tempat dan desain sendiri. Sementara di departement store, paling hanya penataan,\" ujarnya.

Dengan produk baru tersebut, perseroan juga belum akan mematok target tinggi. Namun dalam lima tahun ke depan, Zoe ini diharapkan mampu berkontribusi sebanyak 15% untuk penjualan perseroan. Sebelumnya, perseroan menyatakan kesiapannya untuk mendukung target ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) oleh pemerintah.

Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi pemasok kebutuhan TPT dunia sebesar 5% pada 2020. Pada 2012, Indonesia hanya mampu memasok 1,8% dari total kebutuhan TPT dengan nilai ekspor sebesar US$ 12,46 miliar, sekitar 10,7% dari total ekspor non migas 2012 yang sebesar US$ 116,5 miliar. (nurul)

Related posts