Aksi Jual Tidak Pengaruhi Target IPO

NERACA

Jakarta – Meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepakan kemarin terus terkoreksi lantaran di picu maraknya aksi jual investor asing, ternyata tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, minat perusahaan go public tidak terpengaruh di tengah maraknya aksi jual investor asing. Bahkan BEI optimis ada 20 perusahaan yang melakukan IPO di semester pertama 2013,

\"Kami optimis tren itu akan tercapai, ada beberapa perusahaan yang IPO lagi pada Juni mendatang,\" katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sebagai informasi, tahun ini menargetkan akan ada 30 perusahaan yang mencatatkan perdana sahamnya di BEI. Namun, BEI masih memberi kebebasan besaran saham kepemilikan yang dilepas perusahaan tersebut. Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sedang melakukan proses menuju IPO di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari awal 2013 hingga saat ini, sudah ada 10 perusahaan yang sudah mencatatkan perdana sahamnya di BEI.

Seperti, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME),PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), dan PT Mitra Pinashika Mustika Tbk (MPMX).

Selain itu, Ito Warsito juga menegaskan, tidak khawatir terhadap keluarnya dana investor asing dari pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pasar modal Indonesia masih menjadi tempat yang menarik bagi investor asing seiring dengan pertumbuhan laba emiten yang positif dan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) emiten di BEI yang tinggi.\"Pertumbuhan emiten itu menjadi salah satu daya tarik bagi investor asing dalam berinvestasi di saham-saham Indonesia. BEI masih optimis pasar modal Indonesia akan tetap menarik bagi investor asing,\" ujarnya.

Sementara dalam data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan ini, tercatat pelaku pasar saham asing membukukan jual bersih Rp3,65 triliun. Disebutkan, nilai jual bersih investor asing akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan oleh adanya indikasi dan sinyal bahwa Amerika Serikat akan mengurangi stimulus ekonominya dalam bentuk \'quantitative easing\' (QE).

Hal tersebut membuat investor asing mengakumulasi keuntungan investasinya di saham-saham perusahaan Indonesia. Kata Ito, aksi lepas sebagian saham investor asing di pasar saham Indonesia lebih karena keputusan insidental dan bukan karena tren menurunnya minat berinvestasi di BEI.

Sebelumnya, Direktur Utama Kresna Securities Michael Steven menilai pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan sentimen negatif eksternal sehingga dana investor asing masuk (capital inflow) masih akan deras. (bani)

Related posts