Maspion Bidik Modal Inti Di Atas Rp1 Triliun - Tawarkan Harga Rp 360-380 Per Saham

NERACA

Jakarta- Melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO), PT Bank Maspion Indonesia optimistis dari 770 juta saham baru yang dilepas ke publik dapat memperoleh dana sebesar Rp300 miliar.

Targetnya, perusahaan dapat memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun-Rp5 triliun pada 2016 atau termasuk dalam kelompok Bank Umum Kelompak Usaha II, “Per tahun, diharapkan modal bisa bertambah Rp300 miliar, jadi perseroan bisa masuk BUKU II pada 2016 sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia,” kata Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, saat ini Bank Maspion memiliki modal Rp380 miliar dan masih termasuk ke kelompok BUKU I atau bank umum yang memiliki modal inti mulai dari Rp100 miliar sampai di bawah Rp1 triliun. Karena itu, dengan melepas sebanyak-banyaknya 770 juta saham atau 20% saham dengan perusahaan bisa mendapatkan dana di atas Rp300 miliar.

Tambahan dana tersebut, lanjut dia, juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dalam hal penyaluran kredit. Pihaknya pun optimistis dengan banyaknya klien dan dinilai memiliki nama baik di mata masyarakat, saham Maspion akan mampu menarik investor.

Harga Premium

Sementara itu, Direktur Utama PT Makinta Securities, Made Windi Wijaya mengatakan, saham Maspion yang ditawarkan di kisaran harga Rp360-Rp480 per saham telah sesuai dengan minat investor. “Kesepakatan pakai price book value (PBV). Hitungan kami di harga itu cerminkan PBV 2,8-3,5. Dari tier yang sejenis itu rata-rata PBV sekitar 2,5-2,6,” jelasnya.

Sektor perbankan yang saat ini merupakan sektor yang sangat diminati oleh banyak investor, lanjut dia, juga akan mendukung penyerapan saham tersebut di pasar. Khususnya investor domestik. Karena itu, pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan roadshow ke luar negeri. “Kami prioritaskan investor domestik.” ujarnya.

Menurutnya, periode bookbuilding berlangsung selama 24 Mei-11 Juni, dan perkiraan efektif pada 25 Juni. Sedang untuk pencatatan saham diperkirakan akan dilakukan pada 8 Juli 2013. Disebutkan, jumlah total saham Bank Maspion setelah IPO yaitu sebanyak 3.851.000.000 saham, dengan komposisi kepemilikan sebesar 67,69% dimiliki oleh PT Alim Investindo, 6,77% oleh PT Guna Investindo, 19,9% oleh masyarakat, dan 5,55% oleh investor individual lainnya.

Seperti diketahui, untuk IPO perbankan, PT Bank Mestika, bank umum swasta devisa yang berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara juga akan melakukan IPO pada semester ini untuk memperkuat modalnya. Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, perbankan yang fokus pada usaha pada retail banking ini akan melepas sebesar 10% saham ke publik.

Namun, BEI meminta bank tersebut untuk meninjau kembali persentase saham yang dilepas ke publik tersebut. “Kami meminta mereka untuk melihat lagi jumlah saham yang dilepas agar likuid di pasar,” ucap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo.

Hal itu, kata Uriep didasarkan pada pertimbangan bahwa IPO dilakukan dengan melepas kepemilikan pemegang saham lama (divestasi). Dalam IPO ini, Bank Mestika akan memakai laporan keuangan Desember 2012 dan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana efek. (lia)

Related posts