Cintai Produk Sendiri dan Kuasai Pasar Domestik - MENYONGSONG AEC 2015

Cintai Produk Sendiri dan Kuasai Pasar Domestik

Sudah pasti, seluruh pemerintah di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (Asean) bersiap-siap menyambut deklarasi Asean Economic Community (AEC) 2015 dengan berbagai cara.

Konsumen lokal kini sudah makin bijak dalam memilih produk yang berkualitas. Namun lebih bijak lagi jika mereka tetap mencintai dan menggunakan produk lokal. Sebab, diyakini, kualitas produk Indonesia sudah lebih baik dari barang impor. Itulah yang diharapkan pemerintah dan para pengusaha kita.

“Kita harus mencintai produk bangsa sendiri,” kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, saat membuka Seminar “Strategi, Peluang & Tantangan Bagi UMKM dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”, Rabu (29/5) di SME Tower, Jakarta. Sebaliknya, Menkop juga meminta agar para pengusaha kita secara terus-menerus meningkatkan dan menjaga mutu produknya agar mempunyai nilai lebih dan makin dicintai konsumen sendiri.

Contohnya, di Korea Selatan, mobil-mobil yang berlalu lalang di jalanan mayoritas buatan Hyundai atau KIA. Menurut Menkop, loyalitas konsumen yang terus dibangun akan mampu menjadi penetrasi terhadap produk substitusi yang tak perlu. Bukan tak mungkin produk Indonesia juga disukai konsumen dari negeri tetangga. “Itu harus dilakukan jika kita ingin dan harus menjadi market leader,” kata dia.

Perlunya mencintai produk lokal juga dikampanyekan oleh Kementerian Perindustrian. Direktur Wilayah I Industri Menengah Kecil Roy Sianipar saat menjadi narasumber seminar. “Menanamkan rasa cinta terhadap produk-produk Indonesia kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak menjadi pasar empuk bagi produk-produk negara Asean lainnya,” kata Roy.

Sikap optimistis dilontarkan Andhika Anindyaguna yang juga ketua umum BPD Hipmi DKI Jakarta. Menurut dia, saat ini pasar domestic masih sangat terbuka lebar bagi produk lokal. Masuknya barang inpor, kata dia, karena memang produk lokal masih tak mencukupi kebutuhan.

“Karena itu, jangankan pasar global, pasar lokal kita saja masih sangat terbuka,” kata dia. Yang paling penting, kata presdir PT Sugih Energy Tbk ini, adalah upaya meningkatkan kualitas produk lokal yang kompetitif karena mempunyai nilai lebih dari produk impor. Hal itu tentu harus ditunjang oleh sumber daya manusia yang kreatif dan efisien agar tak menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

Hal itu diamini Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UMKM I Wayan Dipta. Menurut dia, saat ini pasar lokal masi terbuka lebar bagi produk lokal. Sebab, suplainya masih tak sebanding dengan permintaan. “Itu sebabnya, banyak komoditas yang harus diimpor, terutama hortikultura,” katanya saat berbicara dalam seminar tersebut.

Sedangkan, untuk masuk ke negara lain, kata Wayan, ke Jepang misalnya, mereka selalu memberikan spesifikasi produk yang diinginkan. “Jadi, jika kita bisa memenuhi permintaan itu, proses ekspor akan mudah. Bahkan, Negara seperti Jepang mau memberikan bantuan teknis,” kata dia.

Related posts