Ekonomi Tumbuh Kerek Laba Delta Djakarta

Perusahaan yang bergerak di bidang industri dan distributor bir, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) akui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 yang mencapai 6,2%, membantu mencatatkan kenaikan pasar bir domestik naik 16%, “Pada kuartal I tahun ini laba bersih kami naik 25% menjadi Rp 67,5 miliar,”kata Direktur Pemasaran PT Delta Djakarta Tbk Ronny Titiheruw di Jakarta, Kamis(30/5).

Dia menuturkan, tahun ini konsumsi dalam negeri untuk bir produksi perseroan meningkat. Oleh karena itu, dirinya optimis akan tetap tumbuh seperti 2012. Kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan pendapatan naik 10% dibandingkan tahun lalu, yaitu Rp 495 miliar dari sebelumnya Rp 447 miliar.

Ditambahkannya, hambatan prospek pertumbuhan bir adalah pemberlakuan peraturan pemerintah dalam distribusi minuman beralkkkkohol dan pembatasan perluasan kapasitas produksi.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui untuk membagikan dividen. Direktur Keuangan PT Delta Djakarta Tbk, Allan Fernandes mengatakan, pembagian dividen 88,5% atau Rp 184,2 miliar setara dengan Rp 11.500 per lembar saham, “Laba bersih perseroan sendiri mencapai Rp 208 miliar dan akan dibagikan pada 9 Juli mendatang,”tuturnya.

Disebutkan, dari jumlah dividen tersebut, 26% diberikan kepada DKI Jakarta dan BPIPM Jaya, keduanya pemerintah karena memang memiliki saham kami sebanyak 4,2 juta lembar saham. Tahun ini, DLTA juga menganggarkan Rp 50 – 55 miliar untuk maintenance dan ekspansi. Sekitar Rp 20-30 miliar akan digunakan untuk pembelian 1 unit mesin soda.

Dijelaskan Ronny, saat ini ada peraturan yang mengharuskan minuman beralkohol dan tidak beralkohol tidak dibuat dengan mesin yang sama. “Sodaku adalah minuman bersoda kami dan non alcohol, dan kami akan anggarkan sekitar Rp 20-30 miliar untuk mesin tersebut. Mesin ini tidak akan menaikan jumlah produksi produk Sodaku, karena memang Sodaku diproduksi dibawah 1% dari total produk yang ada”, ujar dia.

Dia juga mengakui adanya kenaikan harga jual 5% untuk menutupi beban produksinya, namun untuk tahun ini belum ada rencana untuk kenaikan harga tersebut. Produk Anker bir diakui mendominasi pendapatan perseroan mencapai 80%.

Produk Baru

DLTA berusaha terus memperbaharui portofolionya salah satunya meluncurkan San Miguel dan Carlsberg kemasan kaleng king 500 ml. Selain itu untuk ada produk terbaru San Mig Light, dan desain Carlsberg yang lebih menarik sesuai dengan kemasan internasional.

DLTA adalah perusahaan pembuatan dan distribusi minuman beralkohol khususnya bir. Produk-produk yang dipasarkannya adalah Anker Bir, Anker Stout, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen, San Mig Light, Kuda Putih dan Sodaku (non alkohol).

Sampai saat ini, DLTA tetap meneruskan kerjasama dengan organisasi olahraga seperti car-drifting, off-road dan balapan motor. Dari hasil pengembangan usaha dan kerjasama ini, DLTA berhasil mencapai pendapatan kotor Rp 1,7 triliun atau naik 23% dari tahun 2011. Laba usaha naik menjadi Rp 282,1 miliar dengan margin operasi 16%. Laba dasar per saham menjadi Rp 12.997 pada 2012. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…