Danai Proyek, Hutama Karya Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta-Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, PT Hutama Karya akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp750 miliar. Penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pendanaan beberapa proyek yang digarap perseroan, “Sebanyak 60% dana hasil obligasi dipakai untuk modal kerja perseroan. Sisanya untuk pengembangan usaha melalui entitas anak,\"kata Direktur Utama Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro, di Jakarta, Kamis (30/5).

Disebutkan, proyek yang akan dikerjakan antara lain pembangunan jalan dan jembatan, bandara, gedung, pelabuhan, dermaga, pembangkit listrik, engineering procurement construction, dan irigasi.

Penerbitan obligasi ini akan dilakukan dengan tiga seri, yaitu Seri A, B, dan C dengan tingkat bunga tetap dan berjangka waktu masing-masing 3,5, dan 7 tahun. Untuk Seri A memiliki kupon 7,7-8,7%, Seri B berkupon 8,48-9,48%, dan Seri C berkupon 8,9-9,9%.

Menurutnya, obligasi Hutama Karya telah mendapatkan peringkat idA minus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Masa penawaran awal (bookbuilding) obligasi mulai dilakukan pada 30 Mei hingga 13 Juni 2013.

Adapun pernyataan efektif diharapkan dapat diperoleh pada 21 Juni 2013. Sementara untuk masa penawaran umum dijadwalkan pada 24-25 Juni 2013, penjatahan pada 26 Juni 2013, distribusi obligasi secara elektronik 28 Juni 2013, dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Juli 2013.

Selain itu, perseroan juga mengungkapkan, tahun ini menganggarkan dana belanja modal sebesar 40% dari dana Obligasi perseroan yang sebesar Rp750 miliar. Kata Tri, nilai capex perseroan untuk 2013, sama nilai besarannya terhadap nilai capex pada tahun sebelumnya, yakni dikisaran Rp350 miliar hingga Rp400 miliar, “Total capex Rp350-400 miliar, sama dengan tahun-tahun sebelumnya,”ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Intiland Anggarkan Capex 2 Triliun - Danai Proyek Eksisting

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun, PT Intiland Development Tbk (DILD) masih mengandalkan proyek…

Estimasi Risiko Proyek Infrastruktur

    Oleh: Ariyo DP Irhamna Peneliti INDEF   Pemerintah memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengejar ketinggalan infrastruktur kita.…

PUPR Perkirakan Penghentian Berlangsung 2 Minggu - Proyek Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan penghentian sementara pekerjaan konstruksi beresiko…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…