Beban Penjualan Hambat Dividen Provident Agro

Catatkan Rugi Rp 38,30 Miliar

Jumat, 31/05/2013

NERACA

Jakarta – Catatkan kerugian Rp 38, 30 miliar menjadi alasan PT Provident Agro Tbk (PALM) tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2012. Padahal, pada tahun 2012, pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 599,23 miliar dari tahun sebelumnya Rp 399,57 miliar.

Direktur Utama PT Provident Agro Tbk, Tri Boewono mengatakan, perseroan tidak mampu mengerem kenaikan beban pokok penjualannya yang naik mencapai Rp 457,12 miliar dari tahun sebelumnya Rp 238,60 miliar. Hal inilah yang menyebabkan perseroan alami kerugian, “Kita tidak bagi dividen, karena perusahaan alami kerugian tahun kemarin,”ujar di Jakarta, Kamis (30/5).

Menurutnya, kerugian yang diderita menuntut perseroan untuk bekerja lebih baik lagi. Oleh karena itu, perseroan menargetkan produksi Crude Palm Oil (CPO) pada 2013 sebanyak 90 ribu ton atau naik 27% dari tahun sebelumnya. Selain menargetkan produksi CPO menjadi 90 ribu ton, perseroan akan mendongkrak produksi perkebunan lain seperti Tandan Buah Segar (TBS) inti menjadi 280 ribu ton dari sebelumnya 216,46 ribu ton.

Kata Direktur Keuangan PT Provident Agro Tbk, Devin Antonio Ridwan, hingga kuartal pertama tahun ini, produksi CPO sudah 18.438 ton atau naik 29% dari periode yang sama ditahun lalu. Sedangkan, TBS inti naik 29,3%menjadi 54.400 ron.

Dia juga menambahkan, peningkatan produksi tersebut dengan memaksimalkan tiga pabrik yang dimiliki dan memanfaatkan lahan tanah yang ada seluas 46 ribu hektar, “Dengan peningkatan produksi diharapkan bisa menambah pendapatan. Namun harga CPO tidak bisa diprediksi, kami mengikuti harga pasar dan di harapkan keuntungan membaik. Kami juga belum ada rencana akuisisi lahan baru dan hanya memaksimalkan yang ada,”tandasnya.

Belanja Modal

Sementara itu, hingga kuartal pertama tahun ini perseroan sudah menyerap belanja modal atau capex sebesar Rp 183 miliar atau hampir setengah dari total keseluruhannya sebesar US$ 40 juta. Sumber dananya berasal dari sisa dana penawaran saham perdana atau initial public offering tahun lalu dan sebagian di proleh dari pinjaman perbankan.

Disebutkan, belanja modal ini digunakan untuk peningkatan produksi kelapa sawit. Saat ini usia tanaman kelapa sawit dan tanaman lainnya masih berusia muda. Capex memang untuk tanaman, sebagian besar tanaman masih pada muda. Dana IPO terpakai Rp 54 miliar, sisa per Desember 2012 sebesar Rp 236 miliar. Disampaikan Devin Antonio, Porsinya berapa persen pinjaman dan kas internal.

Disisi lain, perseroan juga akan mengandalkan volume produksi pabrik-pabriknya sampai akhir tahun nanti. Tercatat, komposisi lahan tertanam perseroan di akhir tahun kemarin menjadi 44.475 hektar, atau tumbuh 4,8% dari 42.440 hektar ditahun 2011.

Sampai dengan kuartal I tahun 2013, lahan tertanam menjadi 44.670 hektar atau mengalami pertumbuhan 4,5% dibanding dengan periode sama tahun 2012 yaitu 42.759 hektar. Beban pokok penjualan naik sebesar 26,36% dari Rp 103,82 miliar pada kuartal I 2012 menjadi Rp131,19 miliar membuat laba bruto perseroan jadi menipis 33,40% menjadi Rp 21,36 miliar dari sebelumnya Rp 32,08 miliar. Kendati kinerja PALM di kuartal I 2013 belum terlihat positif, namun jumlah aset perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,71% menjadi Rp 3,40 triliun dibanding dengan sebelumnya Rp 3,28 triliun pada akhir Desember 2012. (nurul)