DUTI Pertiwi Targetkan Pendapatan Dua Kali Lipat

Jumat, 31/05/2013

NERACA

Jakarta-Pengembang perumahan milik Grup Sinarmas, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) menargetkan pendapatan tumbuh dua kali lipat dari kuartal pertama 2013 yang mencapai Rp400,8 miliar dibanding kuartal pertama 2012 sebesar Rp238,5 miliar. "Kami proyeksikan pendapatan meningkat 2 kali lipat pada kuartal kedua." kata Direktur DUTI, Hermawan Wijaya di Jakarta, Kamis (30/5).

Menurutnya, kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari segmen perumahan. Komposisinya yaitu, sebesar 40% dikontribusikan dari pendapatan berulang, yaitu melalui sewa perkantoran, hotel, manajemen aset dan properti, seperti ITC. Sedang sebesar 60% disumbang dari pengembangan lahan.

Selain meningkatkan penjualan, perseroan optimistis dapat membukukan pendapatan berulang tumbuh signifikan melalui sewa kantor, hotel, manajemen aset dan properti pada tahun ini. Hingga akhir tahun perseroan menargetkan dapat mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 35-40%. Strateginya, yaitu dengan meningkatkan kinerja di segmen perumahan antara lain grand wisata, kota wisata, dan legenda wisata. Termasuk memacu kinerja di sektor perkantoran, ITC, dan hotel.

Selain itu, pada tahun ini perseroan juga berencana mengakuisisi lahan di wilayah Jakarta dan luar Jakarta, di mana saat ini prosesnya masih berjalan.Sementara untuk lokasi lahan yang telah dikembangkan perseroan untuk saat ini, kata dia, yaitu berada di wilayah Jakarta, Balikpapan, dan Surabaya. Pada kuartal pertama 2013, perseroan telah melakukan pembelian tanah sebesar Rp45,73 miliar, sehingga total lahan cadangan perseroan menjadi 12,12 juta meter per segi dengan nilai total Rp2,67 triliun. "Lahan yang dapat dikembangkan yaitu 520 hektar di Grandwisata, dan 200 hektar di daerah Cibubur dalam tahap pembebasan lahan." jelasnya.

Untuk mendukung kinerja pada tahun ini, perseroan menganggarkan dana belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar Rp490 miliar. Hingga kuartal pertama 2013, perseroan telah menyerap dana belanja modal sebesar Rp150 miliar yang digunakan perseroan untuk pembebasan lahan secara bertahap.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham, kata dia, disetujui sebesar Rp526 miliar dari total perolehan laba bersih perseroan senilai Rp613,32 miliar untuk pengembangan usaha, dan sekitar Rp2 miliar untuk dana cadangan. Selain itu, juga ditetapkan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2012.

Meskipun pencapaian laba bersih tahun lalu naik sebesar 45,20% dari tahun sebelumnyaRp422,40 miliar.Alasannya, perseroan akan melakukan beberapa akuisi dan pengembangan lahan baru. "Pembagian dividen harus mempertimbangkan kesehatan kas kita. Karena ada beberapa rencana untuk akuisisi lahan dan pengembangan yang baru,”jelasnya. (lia)