Akhir Pekan, IHSG Masih Lanjutkan Pelemahan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 71,046 poin (1,37%) ke level 5.129,647. Sementara Indeks LQ45 jatuh 18,431 poin (2,10%) ke level 857,761. Maraknya aksi jual menjadi pemicunya dan tercatat investor asing paling banyak lepas saham mencapai Rp 1,4 triliun.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pelemahan indeks BEI dipengaruhi sentimen negatif dari pasar saham Asia yang juga ikut terkoreksi, “Koreksi pasar saham Asia memicu jual saham di bursa domestik,\" katanya di Jakarta, Kamis (30/5).

Dia menambahkan, adanya tekanan jual membuat IHSG BEI tidak mampu mempertahankan tren penguatannya. Untuk itu, tetap mewaspadai dan mencermati laju bursa saham global. Selain itu, proyeksi lembaga moneter internasional (IMF) terhadap ekonomi China yang turun dan adanya ekspektasi kenaikan pengangguran Jerman menambah sentimen negatif.

Berikutnya, menurut analis Reliance Securities, Christine Natasya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak melanjutkan tren pelemahannya ke level terdekat di 5.107 poin, “Saham-saham seperti Ciputra Development (CTRA), Astra Agro Lestari (AALI) berpotensi melanjutkan penurunan pada hari selanjutnya,”ujarnya.

Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis kemarin tekanan jual datang dari investor asing yang berlomba-lomba melepas saham. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,43 triliun di seluruh pasar. Saham-saham unggulan jadi target aksi jual, terutama di sektor tambang dan infrastruktur. Hanya sektoe konstruksi yang masih menghijau berkat aksi beli selektif.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 190.759 kali pada volume 6,424 miliar lembar saham senilai Rp 7,454 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 190 saham turun, dan 88 saham stagnan. Bursa-bursa di regional kompak ditutup di zona merah akibat maraknya aksi jual. Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia membuat investor domestik lakukan aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.300 ke Rp 25.500, Danayasa (SCBD) naik Rp 475 ke Rp 2.425, Inti Bangun (IBST) naik Rp 400 ke Rp 5.900, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 350 ke Rp 7.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.350 ke Rp 29.650, Unilever (UNVR) turun Rp 1.100 ke Rp 32.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 16.550, dan Telkom (TLKM) turun Rp 550 ke Rp 11.850.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 55,096 poin (1,06%) ke level 5.145,597. Sementara Indeks LQ45 jatuh 14,513 poin (1,66%) ke level 861,679. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau gara-gara maraknya aksi ambil untung. Posisi terendah IHSG ada di level 5.136,153.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 104.678 kali pada volume 2,972 miliar lembar saham senilai Rp 3,447 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 157 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.300 ke Rp 25.500, Danayasa (SCBD) naik Rp 475 ke Rp 2.425, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 36.450, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 3.725.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 29.950, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 32.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 12.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.050.

Mengawali perdagangan saham, indeks BEI dibuka melemah 22,06 poin atau 0,42% ke posisi 5.178,64, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,54 poin (0,63%) ke level 870,65, “IHSG BEI melemah memfaktorkan sentimen negatif yang terjadi di bursa kawasan Asia,\" ujar analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Menurutnya, pelemahan bursa Asia didorong oleh bursa AS dan Eropa yang tertekan seiring dengan munculnya kekhawatiran bahwa The Fed akan mengurangi program pembelian obligasi.

Dia memperkirakan saham-saham domestik dengan nilai kapitalisasi besar dari sektor perbankan, konsumer, group Astra diperkirakan dapat menjadi penggerak pelemahan indeks BEI hari ini.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan dari dalam negeri pergerakan indeks BEI masih dibayangi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng di buka menguat 21,75 poin (0,10%) ke level 22.576,68, indeks Nikkei-225 turun 329,53 poin (0,30%) ke level 13.995,29, dan Straits Times melemah 26,33 poin (0,80%) ke posisi 3.340,42. (bani)

BERITA TERKAIT

Pembiayaan Proyek LRT akan Rampung Akhir Tahun

  NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan pembiayaan (financial closing) kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dengan nilai total investasi…

IHSG Selama Sepekan Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Selama sepekan kemarin atau di sepanjang priode 4 hingga 8 Desember 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…