Ciputra Gandeng Mitsui Bangun Perusahaan Patungan

NERACA

Jakarta-PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mendirikan perusahaan patungan dengan Mitsui Corporation untuk mengembangkan lahan miliknya. Total investasi yang digelontorkan mencapai Rp2,15 triliun.

Direktur Keuangan CTRA, Tulus Santoso mengatakan, lahan yang akan dikembangkan berada di Citra Raya Tangerang, Banten, dan Citra Garden, di Jakarta Barat. Pembelian lahan seluas 60 hektare (ha) milik Ciputra dengan nilai transaksi mencapai Rp430 miliar. Di atas lahan seluas 57 ha akan berdiri perumahan dan yang 3 ha akan dibangun apartemen. “Perseroan menjual lahan seluas 57 ha di Citra Raya dan sisanya di Citra Garden dengan nilai pembangunannya 5 kali dari nilai pembelian lahan,” katanya di Jakarta, Rabu (29/5).

Kontrak kerja sama dengan pengembang asal Jepang ini telah dilakukan pada bulan ini. Komposisi Mitsui di perusahaan patungan ini sebesar 49%, sedangkan Ciputra 51% atas nama PT Ciputra Residence. Perseroan akan mengawali proses pembangunan tersebut pada 2014. Adapun pendanaan total investasi tersebut akan dibagi menjadi dua, sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing-masing.

Dalam agenda bisninya, pada tahun ini perseroan sedang mempersiapkan infrastruktur untuk membangun 50 unit rumah di Sawangan, Depok. Luas lahan dalam proyek pembangunan perumahan tersebut ditaksir mencapai 12 hektar. Dalam proyek ini perseroan akan menggandeng mitra lokal untuk bekerja sama. “Kami bekerja sama dengan partner lokal untuk menggarap perumahan tersebut. Saat ini masih dalam tahap persiapan infrastruktur,” ungkapnya.

Pembangunan perumahan ini, kata dia, membutuhkan waktu lebih kurang tiga tahun. Untuk proyek ini perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari kas internal. Selain membangun proyek perumahan di wilayah tersebut, pada semester pertama tahun ini perseroan akan meluncurkan beberapa proyek perumahan. “Lokasi proyek perumahan itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Cirebon, Batam, dan Makassar.” ujarnya.

Sementara hingga April 2013, perseroan mencatatkan pra penjualan (marketing sales) sekitar Rp3,5 triliun. Jumlah tersebut sebagian besar dikontribusikan dari proyek perumahan yang digarap perseroan di beberapa wilayah Indonesia. “Proyek perumahan cukup bagus di seluruh Indonesia. Kontribusi terbesar untuk marketing sales dari proyek perumahan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar,” jelasnya.

Menurutnya, pencapaian tersebut juga didukung meningkatnya kebutuhan tempat tinggal dan daya beli masyarakat saat ini. Daya beli masyarakat yang meningkat membuat pembayaran properti oleh konsumen sekitar 50% dengan kas dan 50% menggunakan kredit perumahan rakyat (KPR).

Dirinya menilai, adanya regulasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan loan to value (LTV) sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor properti. Namun, untuk saat ini konsumen lebih memilih kredit perumahan maksimum 10 tahun, dari sebelumnya 15 tahun.

Terkait harga unit rumah yang akan dibangun tersebut, lanjut dia, belum dapat disebutkan karena perseroan masih menunggu kepastian terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan ditetapkan pemerintah. \\\"Mungkin sekitar Rp1 miliar. Tetapi itu masih bergantung dari keputusan pemerintah soal BBM subsidi. Pemerintah tak pasti, kita juga tak pasti untuk menentukan harga,” jelasnya. (lia)

Related posts