Saham Mitra Pinasthika Dibuka Stagnan

Mengawali perdagangan saham perdana, saham PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) dibuka stagnan pada Rabu (29/5). Disebutkan, harga saham MPMX sempat berada di level Rp1.500 dan tertinggi Rp1.570. Frekuensi perdagangan saham mencapai 422 kali, volume perdagangan 32 ribu lot dengan nilai transaksi sebesar Rp27 miliar.

Perseroan menetapkan harga perdana saham sebesar Rp1.500 per saham, dengan melepas 970 juta saham ke publik atau setara 27,37% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah penawaran perdana saham dengan nilai nominal Rp500. Total dana yang diraih dari hasil penawaran perdana saham ini sekitar Rp1,45 triliun.

Menurut Direktur Utama MPMX, Tossin Himawan, langkah perusahaan untuk mencatatkan saham di BEI sebagai perusahaan publik merupakan bagian dari proses transformasi bisnis untuk menjadi perusahaan konsumer otomotif terbesar di Indonesia, “Tujuan IPO sesungguhnya tidak sekedar mencari pendanaan. Lebih dari itu, perusahaan ingin memaksimalkan setiap peluang di pasar untuk meningkatkan nilai perusahaan,\" katanya.

Direktur Keuangan MPMX, Troy Parwata mengatakan melalui IPO perseroan mendapatkan dana sebesar Rp1,45 triliun. Sebesar 12 persen dari dana IPO akan digunakan untuk menambah armada, pembukaan kantor cabang dan sekolah khusus pengemudi.

Kemudian, sebesar 24% untuk membiayai akuisisi perusahaan penyewaan kendaraan. Dana IPO juga digunakan untuk memperkuat anak usaha MPMX, yakni PT Federal Karyatama (FKT) sekitar 20% untuk pembangunan fasilitas pabrikasi dan pembotolan pelumas baru, serta 22% atau sekitar Rp300 miliar untuk pembelian saham FKT yang belum dikuasai perseroan.

Selain itu, dana IPO juga untuk melunasi utang perseroan kepada perbankan sekitar Rp115 miliar dan membiayai ekspansi PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika sebesar tujuh persen. Sementara, dalam perdagangan awal saham MPMX dibuka naik ke level Rp1.550 per lembar saham dibanding harga perdana Rp1.500 per lembar saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…