MENJELANG LIBUR PANJANG PT KA Daops 2 Bandung Naikan Tarif Tiket

Bandung – Angkutan kereta api (KA) masih dipilih masyarakat sebagai sarana untuk menuju lokasi liburan panjang pada liburan sekolah kali ini. Terbukti tiket perjalanan KA dari Bandung ke berbagai kota tujuan di Jateng, Yogyakarta dan Jatim telah terjual dikisaran 60 persen hingga 100 persen hingga perjalanan 3 Juli nanti.

NERACA

"Yang paling diminati adalah KA Argo Wilis dan KA Turangga rute Bandung-Surabaya. Tiket telah terjual 100 persen hingga perjalanan 3 Juli nanti," kata Kepala Humas PT KA Daops 2 Bandung, Bambang S. Prayitno.

Pemesanan tiket tak hanya dilakukan di loket-loket di stasiun. Menurut Bambang pemesanan tiket dapat dilakukan di kantor pos, melalui ATM maupun jaringan minimarket yang menjalin kerjasama.

Pemberlakuan tarif yang mengalami penyesuaian berkisar antara Rp 30 ribu-Rp 50 ribu tak menyurutkan animo menggunakan moda transportasi KA. Bambang juga membenarkan pada musim liburan ini tarif mengalami penyesuaian dibandingkan tarif pada hari-hari biasa.

“Untuk KA eksekutif seperti Argo Wilis dan Turangga tarif batas atas ditentukan sebesar Rp 315 ribu. Adapun tarif batas atas bagi KA kelas bisnis sebesar Rp 200 ribu seperti KA Mutiara Selatan Bandung-Surabaya,”ungkap Juru Bicara PT KA Daops 2 Bandung.

Pada bagian lain, Bambang menyatakan, pihak PT KA Daops 2 Bandung tetap menyediakan tiket untuk pembelian langsung pada hari keberangkatan. Biasanya, sambung Bambang, kuota untuk pembelian langsung sebanyak 10 persen dari kapasitas yang disediakan.

“PT KA tidak menyiapkan penambahan keberangkatan KA. Jumlah keberangkatan kereta api yang dioperasikan sekarang ini masih memadai untuk mengangkut penumpang musim liburan sekolah,”jelas dia.

Buka Trayek Baru

Sementara itu, kaitannya dengan masalah perhubungan darat, wartawan Neraca di Kota Sukabumi melaporkan, Dinas Perhubungan (Dushub) Kota Sukabumi segera membuka trayek baru jurusan Sukabumi- Tanggerang.

“Bahkan pihak Dishub jauh-jauh hari sudah menawarkan kepada kepada seluruh PO yang ada di Sukabumi tentang rencana membuka trayek baru tersebut,”ujar Kepala Seksi Angkutan p-ada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Yogi Darmawan kepada Neraca kemarin.

Dikatakan Yogi, jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk trayek Sukabumi-Tanggerang sebanyak 20 unit bus dengan ukuran minibus (tiga perempat_red).Untuk sementara baru PO Kharisma Trans, bahkan oleh pihak Dishub sudah sudah direkomendasikan ke Kemenhub.

“ Yang baru menyanggupi untuk mengangkut trayek baru tersebut semenetara hanya PO. Kharisma Trans, dan kami hanya menunggu keluarnya izin karena kami sudah rekomendasikan ke Kementrian Perhubungan di Jakarta. Bisa saja PO-PO yang lain akan menyusul,”ungkap Kasie Angkutan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi itu.

Lebih jauh Yogi menjelaskan, pihaknya melakukan pendataan dulu sebelum membuka rintisan trayek baru,. Di antaranya pendataan statis, dinamis dan lon vector. Pendataan Statis untuk mengetahui trayek mana yang belum dilayani dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dengan cara langsung menanyakan ke para penumpang di terminal yang akan bepergian.

Lalu pendataan Dinamis, jelas dia, untuk mengetahui berapa jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk rute trayek tersebut. Sedangkan pendataan Lon Vector, untuk mengetahui berapa jumlah orang yang naik di sepanjang trayek tersebut, apakah banyak atau tidak.

Selain itu langkah kedepan untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan terhadap penumpang bus yang akan berpergian baik itu dengan rute Angkutan Kota Antar Pulau (AKAP) atau Angkutan Kota Dalam provinsi (AKDP) menurutnya, saat ini sedang mengupayakan menambah bus AC. Di antaranya, tujuan Kampung Rambutan,Kalideres dan Pulogadung.

Berdasarkan data, jumlah armada bus AKAP dan AKDP yang masuk ke terminal Sudirman Kota Sukabumi sebanyak 665 unit, dari jumlah 665 unit tersebut yang aktif beroperasi sebanyak 400 unit. “Sedangkan sampai saat ini jumlah PO di Sukabumi sebanyak 7 PO, sedangkan dari luar ada13 PO,” ujar Yogi Darmawan.

BERITA TERKAIT

Harga Avtur Turun, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

    NERACA   Jakarta - Sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat menyusul penurunan harga avtur.…

Tepat Pemerintah, Atasi Dampak Negatif Kenaikan Tarif Pesawat

  Oleh : Abdul Aziz, Pengamat Jasa Transportasi   Sekarang, banyak sekali sektor yang bergantung pada dunia penerbangan, sebut saja…

Pembangunan Perkebunan Perlu Kebijakan Jangka Panjang

NERACA Jakarta – Pembangunan perkebunan tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek, namun perlu kebijakan jangka panjang karena komoditas perkebunan berbeda…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM NERACA Garut - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, bila suatu daerah…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker - Stok Logistik Tergolong Aman

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker  Stok Logistik Tergolong Aman NERACA Sukabumi - Untuk menimalisir bencana di kota Sukabumi, Badan Penanggulangan…